Inflasi AS Melandai, Harga Emas Mencapai Level Tertinggi 2 Bulan

Harga Emas Dunia Menguat Pesat, Inflasi AS Alami Penurunan

Pasar emas dunia mengalami lonjakan harga yang signifikan pada penutupan perdagangan kemarin. Penguatan ini dipicu oleh data inflasi AS terbaru yang dirilis dan cukup sesuai dengan ekspektasi pasar. Emas di pasar spot berhasil menguat lebih dari 1% dan mencapai level tertinggi dalam dua bulan terakhir.

Inflasi AS Menurun

Menurut laporan dari Bureau of Labor Statistics, tingkat inflasi di AS untuk bulan Juli 2026 mengalami penurunan. Data menunjukkan bahwa inflasi bulanan hanya sebesar 0,1%, sementara inflasi tahunan mencapai angka 3,4%. Meskipun begitu, inflasi inti atau core inflation masih tetap stabil, meski mencatat angka tahunan terendah sejak Maret 2021.

Penurunan inflasi ini memberikan optimisme bagi pasar keuangan, terutama dalam memprediksi langkah bank sentral AS, The Fed, terkait kenaikan suku bunga acuan. Probabilitas kenaikan suku bunga pada rapat yang akan datang turut mengalami penurunan, mengindikasikan kebijakan moneter yang akan tetap akomodatif.

Analisis dan Proyeksi Harga Emas

Dari sisi teknikal, pergerakan harga emas masih cenderung bullish meskipun ada potensi kondisi overbought. Indikator Stochastic RSI menunjukkan kemungkinan adanya koreksi teknikal ke depan. Para pelaku pasar perlu memperhatikan dengan cermat level-level support dan resistance untuk mengantisipasi pergerakan harga selanjutnya.

Jika tren bullish terus berlanjut, harga emas berpotensi untuk melanjutkan kenaikan menuju level resistance berikutnya. Namun, jika terjadi koreksi, emas bisa menguji level-level support yang ada. Semua pergerakan ini akan dipengaruhi oleh kondisi pasar dan sentimen investor dalam beberapa hari ke depan.

Source link