Berita  

Andi Widjajanto: Sorot Profesionalitas Tentara dalam 30 Tahun

Andi Widjajanto Soroti Profesionalitas Tentara dalam Peringatan 30 Tahun Kudatuli

Jakarta, CNN Indonesia — Politikus PDIP sekaligus eks Gubernur Lemhannas, Andi Widjajanto menyebut bahwa pesan utama dalam insiden serangan 27 Juli 1996 atau yang dikenal sebagai Kudatuli adalah profesionalitas tentara. Pernyataan tersebut disampaikan Andi dalam peringatan 30 tahun Kudatuli di kantor DPP PDIP, Menteng 58, Jakarta Pusat.

Andi menjelaskan bahwa inti dari peringatan Kudatuli adalah mengingatkan agar tentara tetap menjalankan tugasnya secara profesional. Hal ini turut dihadiri oleh Ketua Umum PDIP Megawati Soekarnoputri beserta putra keduanya, Muhammad Prananda Prabowo.

Pesan dalam Peringatan Kudatuli

Menurut Andi, dalam konteks Kudatuli, tentara tak boleh keluar dari koridor profesionalnya. Mereka harus memegang teguh profesionalitasnya dan tidak terlibat dalam wilayah politik yang bukan merupakan wewenangnya. Andi menekankan bahwa tugas tentara adalah menjaga pertahanan dan kedaulatan negara.

Ia menyoroti pentingnya pemanfaatan pajak yang dibayarkan masyarakat untuk membayar perwira dan prajurit TNI agar sesuai dengan peraturan dan konstitusi yang berlaku. Andi menegaskan bahwa tentara harus fokus pada tugas utamanya seperti olahraga terjun payung, mengendarai tank, dan kapal selam.

Amanat dari Para Pemimpin Tertinggi

Andi juga mengutip pesan dari Panglima pertama Tentara Indonesia, Jenderal Besar Sudirman pada 1950, yang menekankan agar tentara tidak terlibat dalam politik. Pesan tersebut juga diulang oleh Presiden pertama RI, Sukarno, pada peringatan Hari Kemerdekaan 1953.

Menurut Andi, masalah yang terjadi di Indonesia dari tahun 1966 hingga Reformasi 1998 disebabkan oleh keterlibatan tentara dalam urusan politik yang membuat mereka kehilangan identitas. Hal ini menjadi pelajaran penting untuk dihindari agar tidak terulang kembali di masa depan.

Source link