Berita  

Optimalkan Kerjasama Mendikdasmen dan Mendagri dalam Mengatasi Sekolah Minim Murid

Jakarta, CNN Indonesia — Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti mengungkapkan bahwa banyak sekolah dasar negeri (SDN) di berbagai daerah mengalami minim murid di tahun ajaran baru. Kementeriannya saat ini sedang melakukan pendataan terhadap sekolah yang mengalami kondisi tersebut pada tahun ajaran 2026/2027 dan berkoordinasi dengan Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).

Melalui pernyataannya kepada wartawan, Mu’ti menyatakan bahwa Kementerian sedang mengumpulkan data sekolah yang memiliki jumlah murid kurang dari 60. Ia juga telah membahas masalah ini dengan Mendagri Tito Karnavian dan merencanakan rapat khusus untuk membahas fenomena sekolah negeri minim murid.

Mu’ti Membahas Koordinasi dengan Kemendagri

Mendikdasmen juga menyampaikan bahwa sebelumnya telah membahas koordinasi dengan Kemendagri terkait permasalahan ini. Awal pekan ini, merupakan masa dimulainya tahun ajaran baru yang ditandai dengan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS). Mu’ti turut meninjau sejumlah sekolah di Indonesia yang melaksanakan MPLS.

Sementara itu, Mendagri Tito Karnavian belum memberikan pernyataan terkait koordinasi dengan Mendikdasmen mengenai fenomena sekolah minim murid. Karnavian hanya menjawab pertanyaan wartawan dengan menyatakan bahwa akan memberikan jawaban lebih lanjut nanti.

Fenomena Sekolah Negeri Minim Murid di Indonesia

Situasi sekolah negeri minim murid tidak hanya terjadi di satu tempat. Di SD Negeri 1 Gedung Meneng, Bandar Lampung, hanya ada dua siswa baru yang diterima pada tahun ajaran 2026/2027. Di daerah lain, seperti SDN Purwoyoso 01, Kota Semarang, hanya ada tiga murid yang mendaftar sebagai siswa baru. Bahkan di Magelang, sebanyak 24 SD di wilayah tersebut memiliki jumlah murid di bawah 50 persen kuota tersedia.

Source link