Kisah Anak Pengemudi Ojek Semarang: Sekolah Gratis

Sekolah Kemitraan Pemprov Jateng Buka Tahun Ajaran Baru 2026/2027

Jakarta, CNN Indonesia — Program Sekolah Kemitraan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah telah memulai kegiatan belajar mengajar pada tahun ajaran 2026/2027. Program ini memungkinkan ribuan siswa dari keluarga prasejahtera melanjutkan pendidikan yang sebelumnya ditolak di sekolah negeri.

Kisah Inspiratif di Hari Pertama Sekolah

Pada hari pertama pembelajaran, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi turut meninjau langsung jalannya kegiatan di SMA Laboratorium UPGRIS, Kota Semarang. Salah satu siswa, Rafa Fidianto, yang sebelumnya tidak diterima di sekolah negeri karena nilai, merasa senang bisa melanjutkan pendidikan di sekolah tersebut.

Rafa, putra seorang pengemudi ojek, berharap melalui pendidikan, ia bisa mencapai cita-citanya menjadi seorang tentara. Sementara itu, seorang buruh tani bernama Kamdani juga merasa lega karena anaknya bisa sekolah secara gratis melalui program ini, meskipun ia mengalami kesulitan finansial.

Peran Pemerintah dalam Menjamin Pendidikan Bagi Anak Prasejahtera

Gubernur Luthfi menyemangati para siswa agar tidak merasa rendah diri dan tetap semangat dalam mengejar cita-cita, meskipun berasal dari latar belakang ekonomi yang berbeda-beda. Program Sekolah Kemitraan merupakan wujud tanggung jawab pemerintah dalam memberikan jaminan pendidikan kepada anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Pada tahun ajaran 2026/2027, kerjasama antara Pemprov Jawa Tengah dengan 139 sekolah swasta telah menerima 3.663 anak, yang terdiri dari siswa SMA dan SMK. Jumlah ini mengalami peningkatan signifikan dibandingkan tahun sebelumnya.

Melalui berbagai program bantuan, seperti perlengkapan sekolah, sepatu, dan paket sembako untuk orang tua siswa, Pemprov Jawa Tengah berupaya memberikan kesempatan yang adil dan merata bagi anak-anak prasejahtera untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

Source link