Sarwendah Kunjungi KPAI Terkait Nafkah dan Pengasuhan Anak
Sarwendah bersama tim penasihat hukumnya telah mengunjungi kantor Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) untuk menindaklanjuti aduannya terkait nafkah dan pengasuhan anak. Tindakan tersebut diambil Sarwendah demi melindungi masa depan anak-anaknya.
Seiring kunjungannya ke KPAI, Sarwendah berusaha untuk menghindari polemik yang berkepanjangan di ruang publik dengan tidak memberikan banyak komentar terkait masalah tersebut. Chris Sam Siwu, penasihat hukum Sarwendah, menjelaskan bahwa kliennya sengaja membatasi pernyataan kepada publik untuk menjaga kestabilan psikologis anak-anak yang mungkin terpengaruh oleh konflik orang tuanya.
Sikap Proaktif Sarwendah
“Kami berharap terjadi kesepakatan, di mana tidak ada lagi perdebatan karena pada akhirnya yang paling dirugikan bukan lagi orang tuanya, melainkan anak-anak. Oleh karena itu, itulah yang sedang kami upayakan dan kami berharap pengertian dari semua pihak terutama media, bahwa kami akan berbicara secara hati-hati ke depannya karena yang paling penting bagi kami adalah kepentingan anak-anak,” ungkap Chris Sam Siwu di KPAI, Jakarta.
Menurut Chris, Sarwendah hanya akan memberikan keterangan kepada lembaga yang berwenang menangani permasalahan tersebut. Mereka tidak ingin terlibat dalam debat publik yang dianggap tidak produktif.
“Kami akan berdiskusi di lembaga-lembaga yang sesuai seperti KPAI. Jika suatu saat ada tuntutan hukum, nanti kami akan memberikan keterangan saat itu tiba. Kami menunggu. Namun, sekali lagi, kami harap masalah ini dapat diselesaikan dengan baik,” tambahnya.












