Panduan Pod Getar: Tips Gas Tawa yang Mematikan

Ancaman Narkoba di Indonesia: Dari Pod Getar Hingga Gas Tawa

Jakarta, CNN Indonesia — Peredaran narkotika terus berkembang, mengikuti tren gaya hidup anak muda zaman sekarang. Indonesia kini menghadapi ancaman dari narkotika baru, seperti vape etomidate dan gas tawa N₂O.

Peralihan Tren Narkotika

Direktorat Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Polri telah mengungkap 39 kasus peredaran vape etomidate sejak tahun 2025 lalu. Bahkan, dalam Operasi Sapu Bersih Narkoba 2026, disita total 1,2 liter vape etomidate.

Brigjen Eko Hadi Santoso menyebut bahwa peredaran jenis narkotika baru, juga dikenal sebagai New Psychoactive Substances (NPS), terus berkembang. Hal ini dilakukan oleh para bandar untuk menghindari aturan hukum yang tidak mengatur narkotika baru.

Tren Baru Vape: Pod Getar

Vape narkoba, dikenal dengan pod getar atau vape etomidate, telah menjadi tren baru. Cairan narkoba ini dibuat dengan menggunakan ketamin dan etomidate agar bisa dikonsumsi melalui rokok elektronik.

Eko mengungkap bahwa pengedar menggunakan celah hukum dengan mengklaim vape etomidate sebagai NPS, sehingga belum diatur secara spesifik dalam regulasi. Namun, sejak Desember 2025, etomidate telah dimasukkan dalam daftar Narkotika Golongan II.

Bahaya Gas Tawa N₂O

Selain vape etomidate, gas tawa N₂O atau Whip Pink juga menjadi ancaman. Penggerebekan terhadap produsen gas N₂O tanpa izin menunjukkan bahwa gas tersebut memiliki jaringan distribusi luas.

Tren penyalahgunaan gas N₂O semakin meningkat, terutama setelah penggunaan oleh para influencer. Gas ini, yang digunakan secara ilegal dan tanpa pengawasan, memiliki efek serangan langsung pada sistem saraf pusat.

Kedepannya, tindakan keras dan koordinasi dengan instansi terkait diperlukan untuk mengurangi penyalahgunaan narkotika baru dan obat keras di Indonesia. Kontrol sosial juga penting untuk mencegah penyebaran zat-zat berbahaya tersebut.

Source link