Kasus Peluru Nyasar di UNP Sudah Terjadi 4 Kali
Kejadian peluru nyasar di Kampus Universitas Negeri Padang (UNP) yang melukai dua mahasiswa pada Selasa (3/6) bukanlah yang pertama kalinya terjadi. Sebelumnya, kasus serupa terjadi sebanyak empat kali, termasuk peristiwa kemarin.
Tahun 2010, seorang mahasiswi jurusan Sosiologi bernama Astuti terluka akibat peluru nyasar. Selanjutnya, pada tahun 2017, peluru nyasar merusak jendela lantai 3 gedung rektorat UNP. Di tahun 2020, insiden serupa terjadi lagi ketika peluru mengenai kaca gedung Rektorat UNP.
Investigasi dan Tanggapan Pihak Terkait
Mengenai insiden terbaru ini, Sekretaris UNP, Erianjoni, mengakui adanya beberapa kasus peluru nyasar sebelumnya. Sementara Kapendam XX Tuanku Imam Bonjol, Letkol Kav Taufiq, menyatakan bahwa pihaknya masih melakukan investigasi untuk mengetahui asal-usul penembakan tersebut.
Pihak TNI juga menyatakan akan menanggung semua biaya perawatan hingga korban pulih dari insiden ini. Meskipun TNI telah menetapkan standar untuk lapangan tembak, mereka tetap akan melakukan evaluasi terkait insiden-insiden peluru nyasar yang kerap terjadi.
Kronologi Peristiwa
Humas UNP menjelaskan bahwa peristiwa terjadi saat sekitar pukul 17.00 WIB saat kedua korban, Nova Wirantika dan Guruh Guino, sedang duduk bersama teman-teman mereka di alun-alun depan Rektorat UNP. Keduanya terkena peluru yang diduga berasal dari lokasi Latihan Tembak TNI di Lapai, hanya berjarak 800 meter dari kampus.
Korban Nova harus menjalani operasi karena peluru masih bersarang di kakinya, sementara Guruh Guino telah dipindahkan untuk pemulihan lebih lanjut. Pihak Rektor UNP telah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk penanganan insiden ini.












