Juru Bicara Gerindra Tanggapi Kritik soal Kunker Luar Negeri Prabowo
Jakarta, CNN Indonesia — Juru Bicara Partai Gerindra Bahtra Banong memberikan tanggapan terhadap kritik yang dilontarkan oleh mantan Wakil Menteri Luar Negeri (Wamenlu) Dino Patti Djalal terkait intensitas kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo Subianto. Bahtra menyatakan bahwa pandangan dari seorang diplomat senior seperti Dino merupakan masukan yang berharga untuk memperkaya perspektif publik mengenai kebijakan luar negeri Indonesia. Namun, Bahtra menegaskan bahwa diplomasi antara kepala negara tidak bisa disamakan dengan rapat virtual saja, karena keputusan strategis dalam berbagai bidang penting memerlukan komunikasi langsung yang membangun kepercayaan dan komitmen politik.
Manfaat Kunjungan Kerja Luar Negeri
Bahtra menegaskan bahwa kunjungan kerja luar negeri Presiden Prabowo bukan hanya perjalanan individu kepala negara, tetapi juga membawa delegasi nasional yang terdiri dari berbagai instansi, BUMN, dan pelaku usaha nasional untuk memperjuangkan kepentingan Indonesia. Ia mencontohkan hasil positif dari kunjungan Prabowo ke Prancis, di mana tercapai kesepakatan komersial senilai lebih dari Rp61 triliun di sektor energi, perdagangan, dan pertahanan. Bahtra menegaskan bahwa kunjungan tersebut bukan hanya seremonial, melainkan memiliki manfaat ekonomi nyata dan membuka peluang investasi serta kerja sama strategis bagi Indonesia.
Transparansi dan Manfaat bagi RI
Meskipun masyarakat berhak meminta transparansi dan akuntabilitas terkait biaya perjalanan luar negeri Prabowo, Bahtra menekankan bahwa ukuran yang objektif bukan hanya sebatas biaya yang dikeluarkan negara, melainkan juga manfaat yang diperoleh bagi Indonesia. Jika kunjungan tersebut mampu menghasilkan investasi puluhan triliun rupiah, memperluas pasar ekspor, memperkuat ketahanan energi, dan meningkatkan posisi Indonesia secara global, maka perjalanan tersebut seharusnya dipandang sebagai investasi strategis bagi masa depan bangsa. Bahtra berpendapat bahwa yang harus menjadi fokus bukan seberapa sering presiden melakukan kunjungan luar negeri, melainkan seberapa besar manfaat yang dibawa pulang untuk rakyat Indonesia.
Eks Wamenlu Dino Patti Djalal, dalam sebuah video yang diunggah di Instagram, menyoroti tingginya frekuensi kunjungan luar negeri Presiden Prabowo Subianto dan memberikan sejumlah saran termasuk pengurangan kunjungan serta pemanfaatan diplomasi virtual. Dino menekankan pentingnya perencanaan agenda kunjungan dan manfaat substansial yang bisa diperoleh dengan cara yang lebih efisien.












