Persik Kediri Selesai di Posisi Aman, Tapi Evaluasi Masih Diperlukan
Performa Kurang Maksimal di Akhir Musim
Persik Kediri menutup musim BRI Super League 2025/2026 dengan dua kekalahan berturut-turut yang buruk. Mereka kalah 1-3 melawan Persija Jakarta di kandang sendiri, kemudian kalah telak 0-5 dari Persebaya Surabaya. Meskipun demikian, posisi Persik Kediri di peringkat ke-12 dengan 39 poin tetap membuat mereka terhindar dari zona degradasi.
Peningkatan Performa dengan Kehadiran Pelatih Spanyol
Tim Macan Putih menunjukkan peningkatan yang signifikan sejak pelatih asal Spanyol, Marcos Reina, bergabung pada pekan ke-15 liga. Strategi permainan yang diterapkan oleh Reina memberikan dampak positif pada performa lini serang Persik Kediri.
Kelemahan Fisik Jadi Sorotan Manajemen
Manajemen Persik Kediri, dipimpin oleh Arthur Irawan, mengidentifikasi kelemahan mendasar yang perlu segera diperbaiki, terutama terkait kondisi fisik para pemain. Arthur Irawan menyoroti penurunan performa yang kerap terjadi di babak kedua pertandingan. Ia menekankan pentingnya peningkatan kebugaran bagi skuadnya.
“Kita harus evaluasi terutama di babak kedua. Kita sering kebobolan karena kesalahan sendiri. Secara fisik kita juga harus lebih baik lagi. Karena di babak kedua stamina selalu drop,” ujar Arthur Irawan.
Apresiasi atas Kinerja Marcos Reina
Arthur Irawan memberikan apresiasi tinggi terhadap dedikasi Marcos Reina dan tim kepelatihannya. Meskipun baru pertama kali menangani tim di Indonesia, Reina dinilai memiliki kapabilitas yang cukup untuk membawa Persik Kediri ke arah yang lebih baik.












