Visual Concepts, Studio Pengembang NBA 2K dan WWE 2K, Lakukan PHK Meski Penjualan Kuat
Sukses besar dalam industri game seringkali tidak menjauhkan studio pengembang dari pemutusan hubungan kerja. Visual Concepts, studio di balik franchise NBA 2K dan WWE 2K, mengalami situasi ini meskipun kedua franchise mereka tetap mencatat penjualan yang sangat kuat.
PHK Massal yang Mengejutkan
Berdasarkan ujaran mantan karyawan di LinkedIn, Visual Concepts dilaporkan melakukan pemutusan hubungan kerja terhadap sejumlah pegawai dalam gelombang PHK yang belum terungkap jumlahnya secara pasti. Salah satu yang terdampak adalah Brittany Thibodeaux, seorang software engineer, bersama dengan sejumlah karyawan lainnya seperti game designer Anna Hodges.
Narrative paling menyentuh berasal dari Nina Marotta, seorang game designer yang baru saja didiagnosis dengan gangguan autoimun. Marotta menerima kabar PHK saat sedang menjalani cuti sakit, memberikan gambaran lebih manusiawi tentang dampak reorganisasi yang kerap hanya terlihat sebagai angka di laporan perusahaan.
Realitas Tanpa Jaminan
Kontrasnya situasi ini terletak pada kesuksesan dua franchise unggulan Visual Concepts, NBA 2K dan WWE 2K, yang tetap kokoh di puncak industri game. Meski demikian, performa komersial yang cemerlang tidak selalu melindungi keselamatan pekerja di balik layar pembuatannya.
Ditambah dengan lonjakan nilai pasar Take-Two Interactive, induk perusahaan Visual Concepts berkat Grand Theft Auto VI, memperkuat citra realitas industri game modern di mana pertumbuhan bisnis tidak selalu diikuti oleh keberlangsungan tim pengembang.
Hingga saat ini, baik Visual Concepts maupun Take-Two Interactive belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait PHK ini, termasuk jumlah karyawan yang terkena dampak dan alasan di balik keputusan tersebut.
Bagaimana pandangan Anda mengenai gelombang PHK yang terus melanda industri game, bahkan di studio dengan performa finansial yang tinggi seperti Visual Concepts?












