DPR Minta Pemerintah Dampingi Korban Pencabulan di Pati

Anggota DPR Minta Dukungan untuk Korban Kasus Pencabulan di Ponpes Pati

Jakarta, CNN Indonesia — Anggota DPR RI angkat suara terkait dugaan kekerasan seksual yang dilakukan pendiri pondok pesantren (Ponpes) di Pati, Jawa Tengah, terhadap santriwati-santriwatinya.

Ketua Komisi VIII DPR Marwan Jafar meminta pemerintah memberikan dukungan psikologis, medis, dan hukum kepada para korban kasus kekerasan seksual di Ponpes Tlogowungu, Pati, yang baru kali ini mendapat perhatian secara luas.

Perlunya Pendampingan dan Penegakan Hukum yang Tegas

Marwan menekankan pentingnya pendampingan bagi korban untuk memulihkan trauma dan memastikan keadilan hukum terwujud. Ia juga mendesak penegak hukum untuk menangkap pelaku dan memberikan hukuman maksimal.

Sementara itu, Anggota Komisi VIII DPR Selly Andriany Gantina menuntut hukuman berat bagi pelaku yang terbukti bersalah dalam kasus pencabulan di Ponpes Pati. Ia menegaskan perlunya penegakan hukum yang tegas untuk kasus seberat ini.

Kritik terhadap Penanganan Kasus

Selly juga mengkritik penanganan kasus yang dianggap lamban dan kurang responsif terhadap laporan korban. Ia menyoroti kegagalan sistem perlindungan anak di lingkungan pendidikan agama yang tercermin dari kasus ini.

Selain itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Pati, Ahmad Syaiku, menegaskan tindakan tegas yang akan diambil terhadap Ponpes yang terlibat dalam kasus tersebut. Rekomendasi penutupan sementara hingga penutupan permanen telah menjadi opsi yang akan dievaluasi secara serius.

Source link