Shanty Terkejut Hadapi Perubahan Industri Musik di Era Digital: Belajar Ngonten hingga Live di Medsos
Masa depan industri musik semakin berubah seiring dengan perkembangan teknologi digital. Bagi para musisi veteran seperti Shanty, adaptasi menjadi kunci utama untuk tetap relevan dan eksis di tengah persaingan yang semakin ketat.
Perjalanan Karir Shanty
Shanty memulai debutnya dalam industri musik profesional pada tahun 2000 sebagai backing vokal Dewa 19 dalam lagu hit “Risalah Hati”. Kesuksesan ini membuka pintu bagi Shanty untuk merilis album debutnya di akhir tahun yang sama, dengan lagu-lagu populer seperti “Jatuh Cinta” dan “Oh Kasih”. Album ini sukses di pasaran dan melahirkan sejumlah hits radio yang dikenal luas oleh masyarakat.
Meskipun sempat vakum dalam merilis album penuh selama beberapa tahun, Shanty tetap aktif dengan merilis sejumlah single. Pada tahun ini, Shanty kembali ke dunia musik dengan merilis single terbarunya berjudul “I Do”, yang menandai perayaan 26 tahun perjalanan karirnya dalam dunia musik.
Adaptasi dengan Perubahan Industri
Dari era kaset dan CD, Shanty kini harus beradaptasi dengan gaya baru mendengarkan musik di platform digital. Kemunculan extended play (EP) dan “budaya” ngonten serta live di media sosial menjadi tantangan baru bagi Shanty dan tim manajemennya. Menurutnya, industri musik sekarang sangat terkoneksi dengan media sosial, engagement, TikTok sound, dan konten video yang viral.
Dalam wawancara eksklusif dengan Showbiz Liputan6.com, Shanty mengaku bahwa ia harus belajar hal-hal baru seperti live di TikTok dan menciptakan konten yang menarik bagi penggemarnya. Meskipun awalnya merasa shock dengan perubahan ini, Shanty bersama tim manajemennya berusaha untuk menjaga eksistensinya di tengah industri musik yang terus bertransformasi.












