Berita  

Baliho Film ‘Aku Harus Mati’ Tuai Kontroversi: Potensi Provokasi?

Promosi film ‘Aku Harus Mati’ memicu kontroversi dan kekhawatiran di beberapa wilayah Kota Jakarta. Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menanggapi keluhan masyarakat terkait baliho film tersebut yang dianggap meresahkan dan berpotensi memprovokasi ajakan bunuh diri. Setelah menerima laporan tersebut, pemerintah setempat segera bertindak dengan mencopot baliho yang dianggap mengganggu ketertiban dan psikologis warga.

Pramono menjelaskan bahwa langkah penanganan konkret telah diambil dengan berkoordinasi bersama lembaga terkait seperti KPI DKI Jakarta dan Satpol PP untuk menertibkan materi promosi yang menimbulkan kontroversi. Pencopotan baliho promosi dilakukan agar tidak semakin meresahkan masyarakat yang melintas di wilayah tersebut.

Lebih lanjut, Pramono memberikan peringatan kepada pelaku industri kreatif dan biro iklan untuk lebih bijak dalam menampilkan materi visual di ruang publik. Ia menegaskan bahwa strategi pemasaran yang provokatif dan merugikan sosial masyarakat Jakarta tidak akan ditoleransi. Pramono menekankan pentingnya penyajian materi promosi dalam kerangka kompleksitas masalah kesehatan jiwa dan pencegahan, serta tidak menyederhanakan atau romantisasi tindakan bunuh diri.

Selain itu, Kementerian Kesehatan juga menyampaikan bahwa materi promosi film kontroversial seperti ‘Aku Harus Mati’ berisiko memicu peniruan bunuh diri pada individu yang rentan. Direktur Kemenkes Imran Pambudi menegaskan bahwa pesan yang meromantisasi atau menormalisasi tindakan bunuh diri dapat menjadi pemicu bagi individu dengan riwayat depresi, impulsifitas, atau traumatis. Oleh karena itu, penting bagi semua pihak terlibat dalam industri film, iklan, dan media untuk bertanggung jawab dalam menyajikan pesan yang tidak hanya aman namun juga membantu mencegah risiko peniruan dan merubah narasi yang protektif.

Source link