Yoshua Marcellos, atau yang dikenal sebagai Cellos, mengekspresikan kekecewaannya terhadap praktik pembajakan konten berbayar tanpa izin yang dilakukan oleh oknum tak bertanggung jawab. Konten acara BYON Combat yang disiarkan melalui aplikasi Vidio, yang dikelolanya, telah dibajak oleh seseorang dengan inisial BM melalui media sosial.
Dampak dari tindakan pembajakan ini sangat terasa, terutama dalam penurunan jumlah penonton yang seharusnya membayar tiket secara legal untuk acara-acara selanjutnya. Cellos mencatat penurunan yang signifikan dari event kelima ke keenam, yang diduga dipicu oleh semakin canggihnya metode pembajakan yang dilakukan oleh oknum tersebut.
Meskipun tiket yang ditawarkan memiliki harga yang terjangkau, masih banyak penonton yang memilih untuk menonton versi bajakan. Padahal, sistem pembayaran sekali menonton ini dirancang agar industri kreatif bisa mandiri dan terus menyajikan tontonan berkualitas bagi masyarakat.
Cellos juga mengajak publik untuk memahami dampak kerugian yang ditimbulkan oleh praktik pembajakan ini. Ia menyatakan, jika jumlah penonton yang mencapai ratusan ribu dikalikan dengan harga tiket resmi, maka kerugian yang dialami bisa sangat besar.
Berkaitan dengan hal ini, Cellos menekankan bahwa jika praktik pembajakan dibiarkan tanpa tindakan tegas, maka industri kreatif yang masih baru bisa mengalami kepunahan. Ia khawatir tingginya toleransi masyarakat terhadap pembajakan akan membuat kreator dan investor menjadi enggan untuk terlibat dalam industri kreatif dan menyuntikkan dana.
Sebagai pemegang hak cipta Byon Combat Showbiz, Cellos sudah melaporkan kasus ini ke Polda Metro Jaya sejak bulan Agustus 2025. Kasus ini saat ini sedang dalam proses penyidikan, dan pelaku dari akun @bambangmosaja sudah mengakui perbuatannya. Cellos bersama dengan pihak Vidio akan terus mengejar penegakan hukum atas praktik pembajakan ini, demi menjaga industri kreatif agar tetap berkelanjutan.












