Sesi konferensi pers film “Titip Bunda di Surgamu” di Grand Indonesia, Jakarta, mengungkap dedikasi luar biasa dari jajaran pemain dalam menghidupkan dinamika keluarga yang kompleks namun terasa nyata. Sutradara Hanny R. Saputra mengakui tantangan terbesar dalam memvisualkan novel karya Dono Inderto adalah agar emosinya sampai ke penonton. Ia menekankan pentingnya para aktor membangun kedekatan emosional di luar kamera untuk membuat transisi perasaan di layar terlihat alami dan tidak dibuat-buat.
Salah satu momen menantang yang dibahas adalah adegan konflik besar antara Akbar (Ikang Fawzi) dan anak tengahnya, Adam (Kevin Julio). Adegan penamparan tersebut membutuhkan diskusi intensif agar pesan moral tentang pola asuh orang tua tetap tersampaikan tanpa kehilangan sisi kemanusiaannya. Melalui kolaborasi tim yang solid, para pemain berhasil menciptakan atmosfer keluarga yang “hidup,” di mana setiap karakter memiliki beban dan perspektifnya sendiri. Film ini bukan hanya sekadar tontonan, namun juga refleksi mendalam bagi setiap anggota keluarga yang menontonnya.












