Penyelamatan Darurat Pesut Mahakam: 66 Ekor Kini di Bawah Perlindungan KLH

Populasi Pesut Mahakam semakin terancam, dengan perkiraan hanya tersisa 66 ekor mamalia air tawar endemik Sungai Mahakam berdasarkan pemantauan terbaru. Kondisi kritis ini telah mendorong Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) untuk menyusun langkah darurat penyelamatan guna menghindari kepunahan Pesut Mahakam, yang merupakan salah satu satwa dilindungi di Indonesia. Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan KLH, Rasio Ridho Sani, menekankan urgensi tindakan nyata dari pemerintah dalam menghadapi situasi ini yang sangat mengkhawatirkan.

Rasio menggarisbawahi pentingnya kerjasama lintas kementerian dan lembaga, termasuk KKP, pemerintah daerah, serta otoritas transportasi sungai, untuk menyelamatkan spesies ini. Upaya perlindungan Pesut Mahakam tidak hanya melibatkan aksi sektoral, tetapi juga mengharuskan kolaborasi yang komprehensif guna memastikan kelangsungan aktivitas ekonomi tanpa membahayakan habitat pesut. KLH juga menegaskan kesiapannya dalam mengambil langkah-langkah hukum terhadap mereka yang terbukti merusak lingkungan hidup pesut, sambil terus mendorong kerja sama dalam menjaga habitat kritis pesut.

KLH, dalam upayanya menyelamatkan Pesut Mahakam, telah menetapkan dua desa di Kutai Kartanegara sebagai Desa Konservasi Pesut Mahakam. Langkah ini diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan berbasis masyarakat di sekitar habitat pesut. Selain itu, ancaman terhadap populasi pesut yang dipicu oleh kerusakan habitat yang diakibatkan oleh aktivitas manusia dan industri di sepanjang Sungai Mahakam juga perlu diantisipasi secara komprehensif. Berbagai tantangan, mulai dari alih fungsi lahan hingga aktivitas pertambangan batu bara, menjadi fokus utama dalam upaya penyelamatan spesies ini.

Dengan keberadaan hanya 66 ekor Pesut Mahakam yang tersisa, pemerintah diharapkan dapat mengambil tindakan-tindakan yang signifikan dan konkret dalam upaya penyelamatan spesies endemik ini. Kembali menyuarakan urgensi perlindungan alam dan keanekaragaman hayati Indonesia, kemauan politik dan tindakan nyata diperlukan untuk mencegah kepunahan Pesut Mahakam dan melestarikan keanekaragaman hayati yang ada.

Source link