Berita  

Bupati Luwu Tanggapi Blokade Jalur Trans Sulawesi: Dukung Pemekaran

Sejumlah titik jalur trans Sulawesi di Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, diblokade oleh sejumlah mahasiswa dan masyarakat yang menuntut pemekaran Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya. Aksi blokade jalan tersebut menyebabkan kendaraan yang keluar maupun masuk Kota Makassar atau kabupaten lainnya terhambat setelah tiga jalan ditutup di wilayah Belopa, Padang Sappa, dan Walenrang Lamasi (Walmas). Bupati Luwu, Patahuddin, telah berupaya agar mahasiswa dan warga membuka akses jalan yang terblokade untuk mencegah dampak buruk terhadap warga Luwu sendiri. Seluruh kepala daerah di Luwu, termasuk Luwu Utara, Luwu Timur, dan Kota Palopo, akan membawa aspirasi mahasiswa dan warga ke pemerintah pusat untuk pemekaran Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya.

Kemacetan panjang terjadi akibat aksi blokade ini, dengan distribusi BBM yang terhambat. Ketua Umum PB Ikatan Pelajar dan Mahasiswa (IPMIL) Raya, Hafid, menjelaskan bahwa penutupan jalan dilakukan untuk menunjukkan kepada pemerintah pusat bahwa Luwu Raya perlu perhatian. Aksi tersebut akan berlanjut hingga pemerintah pusat memberikan respons terhadap tuntutan masyarakat dan mahasiswa. Sekretaris Provinsi Sulawesi Selatan, Jufri Rahman, menyatakan bahwa aksi blokade jalan telah menyusahkan masyarakat Luwu, terutama dalam hal kesehatan dan pasokan bahan bakar.

Meski demikian, Jufri melaporkan bahwa jalur trans Sulawesi di Kabupaten Luwu Utara telah dibuka oleh warga dan mahasiswa yang menuntut pembentukan Kabupaten Luwu Tengah dan Provinsi Luwu Raya. Dia meminta kepada seluruh kepala daerah di Luwu untuk memperhatikan kepentingan masyarakat luas. Selain itu, aksi blokade ini juga menarik perhatian media dan masyarakat yang ingin mengetahui perkembangan terkini mengenai tuntutan pemekaran daerah tersebut.

Source link