Alas Roban, jalur penghubung dan urban legend terkenal di Jawa, kini diangkat ke layar lebar oleh sutradara Hadrah Daeng Ratu. Kisah seram dan misteri yang turun-temurun di sekitar Batang, Jawa Tengah, menjadi latar belakang kuat dalam film ini. Alas Roban dipercaya sebagai salah satu jalur paling angker di Jawa, dengan banyak cerita mistis terjadi di sekitarnya, hal ini terasa begitu nyata bagi masyarakat setempat.
Bagi banyak pelintas, Alas Roban selalu dianggap sebagai tempat yang tidak hanya gelap dan berliku, tapi juga dihuni oleh aturan tak tertulis yang seolah-olah harus dihormati. Banyak pengendara melaporkan pengalaman ganjil ketika melewati Alas Roban, menciptakan atmosfer mistis dan angker yang sangat kental.
Film Alas Roban, diproduksi dengan budget tinggi, berhasil merangkum larangan-larangan mistis dan cerita seram seputar Alas Roban. Menatap bayangan, mendengar panggilan nama, atau berhenti di warung di pinggir jalan menjadi larangan yang harus dihindari. Sinematografi film ini mampu mengeksplorasi rasa takut dan ketegangan yang bisa dirasakan oleh para karakter, menjadikan Alas Roban sebagai ujian mental bagi mereka.
Dengan bintang seperti Michelle Ziudith, Rio Dewanto, Fara Shakila, dan Taskya Namya, film ini menyoroti momen-momen seram di sepanjang perjalanan Alas Roban. Cerita seputar Gendis dan Tika, serta insiden-insiden misterius di bus yang melintas Alas Roban, menjadi fokus utama dalam film ini. Dikemas dengan suasana misterius dan larangan-larangan mistis yang harus dipatuhi, Alas Roban berhasil membawa penonton pada perjalanan yang penuh ketegangan dan ketakutan.
Film ini diperkirakan bakal sukses menarik perhatian para penikmat film horor di Indonesia, ingin tahu lebih dalam tentang sejarah dan misteri di balik Alas Roban yang terkenal angker.












