Pada tanggal 16 Desember, PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI merayakan hari jadinya sebagai salah satu bank tertua dan terbesar di Indonesia. Saat ini, BRI berusia 130 tahun, menandai perjalanan panjangnya dalam mendukung perekonomian nasional, terutama dalam menopang pelaku usaha kecil, mikro, dan menengah (UMKM). Sejarah BRI yang panjang mengandung nilai penting tentang lahirnya lembaga keuangan ini yang terus beradaptasi dengan zaman dan tetap relevan hingga sekarang.
BRI bermula dari Purwokerto, Jawa Tengah pada 16 Desember 1895, dengan tujuan membantu masyarakat lokal, terutama kalangan priyayi, untuk bebas dari praktik lintah darat. Meskipun mengalami berbagai perubahan nama selama masa kolonial dan pendudukan Jepang, semangat BRI untuk melayani kebutuhan ekonomi rakyat tetap tidak berubah.
Setelah kemerdekaan Indonesia, BRI memegang peran strategis dalam mendukung perekonomian nasional. Pemerintah pada tahun 1946 menetapkan BRI sebagai bank pemerintah pertama Republik Indonesia, mengakui kontribusi besar BRI dalam memajukan ekonomi negara. Melalui berbagai dinamika kelembagaan pada tahun 1950-1960-an, BRI terus bertransformasi hingga menjadi bank modern pada tahun 1992.
Pada peringatan HUT ke-130, BRI mengusung tema “Satu Bank Untuk Semua” sebagai komitmen dalam melayani berbagai lapisan masyarakat dengan dukungan ekosistem digital. Tema ini mencerminkan semangat BRI sebagai institusi perbankan inklusif dan adaptif, sejalan dengan transformasi perusahaan yang sedang berlangsung. Dengan pertumbuhan yang kokoh, BRI tetap menjadi penopang ekonomi nasional dan memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama pelaku usaha kecil.










