Banjir yang melanda Kota Malang, Jawa Timur, disebabkan oleh sedimentasi dan tumpukan sampah dalam saluran, yang menyumbat aliran air. Hal ini terjadi di 39 titik di Kota Malang pada Kamis (4/11) kemarin. Banjir ini menyebabkan genangan air yang parah, bahkan hingga membuat beberapa rumah warga terendam dan kendaraan hanyut. Wali Kota Malang, Wahyu Hidayat, menyatakan bahwa masalah endapan sedimen karena sampah dapat ditemukan di beberapa saluran air, termasuk di Jalan Letjen Sutoyo. Pemerintah Kota Malang telah mempersiapkan langkah-langkah pengerukan sedimen untuk membersihkan saluran air tersebut. Wahyu juga mengungkapkan bahwa banjir dipicu oleh kondisi bozem di Tunggulwulung yang tidak mampu lagi menampung air dengan baik. Selain itu, pembangunan proyek drainase di Jalan Soekarno-Hatta juga sedang berlangsung dengan harapan dapat mengatasi banjir yang terjadi di Kota Malang hingga tahun 2026. Wahyu menekankan bahwa penanganan banjir tidak hanya tanggung jawab pemerintah daerah, tetapi juga membutuhkan peran serta dan kesadaran masyarakat. Sebelumnya, Kota Malang juga dilanda banjir pada Kamis (4/12) yang memengaruhi 39 titik di tiga kecamatan berbeda, yakni Blimbing, Sukun, dan Lowokwaru, dengan tingkat keparahan dan dampak yang bervariasi.
Penyebab Banjir Parah di Malang: Analisis Sedimen Sampah – Wali Kota
Read Also
Recommendation for You

Sejumlah tokoh senior yang tergabung dalam Gerakan Nurani Bangsa (GNB) mengungkapkan isu-isu penting yang sedang…

Polisi telah menjadwalkan pemeriksaan terhadap pelapor dan saksi terkait laporan dugaan penipuan trading kripto yang…

Sersan Mayor (Serma) Tengku Dian Anugrah dihadapkan pada tuntutan pidana mati dalam kasus pembunuhan istrinya,…

Jawa Tengah dikenal sebagai “kandang banteng” karena dominasi PDI Perjuangan (PDIP) dalam pemilihan gubernur dan…

Pada hari Minggu, suporter dari klub sepakbola Persija dan Persib terlibat dalam bentrokan di wilayah…







