TSMC (Taiwan Semiconductor Manufacturing Corporation) menegaskan bahwa tidak ada pembicaraan dengan Intel mengenai kerjasama dan investasi, seperti yang dilaporkan oleh Wall Street Journal. Intel dikabarkan sedang dalam pembicaraan dengan perusahaan chip asal Taiwan tersebut untuk membentuk joint venture. Sebelumnya, Intel telah mengumumkan kerjasama dengan NVIDIA untuk mengembangkan x86 RTX SoC.
Rumor tentang kerjasama ini telah beredar luas di dunia maya sebelumnya, namun TSMC selalu membantah kabar-kabar tersebut. Kemungkinan rumor-rumor ini muncul karena kondisi keuangan Intel yang sedang sulit dan terus mencari mitra atau investor untuk tetap beroperasi.
Beberapa perusahaan telah menunjukkan minat untuk berinvestasi di Intel. SoftBank baru-baru ini menginvestasikan USD 2 miliar, sementara pemerintah Amerika memasukkan investasi sebesar USD 5,7 miliar dan memiliki kepemilikan perusahaan sebesar 10 persen. Namun, ada beberapa masalah internal di Intel yang membuat TSMC enggan untuk bekerja sama dengan mereka.
Intel baru-baru ini harus melakukan pemangkasan karyawan hingga 20 persen, sekitar 12.000 orang. Selain itu, mereka juga mengalami kesulitan dalam pengembangan Intel 18A meskipun proyek ini telah berjalan lama. Prosesor Lunar Lake yang fokus pada kecerdasan buatan juga tak kunjung mendapat sambutan yang positif dari konsumen.
Meskipun demikian, kerjasama antara TSMC dan Intel masih memungkinkan terjadi jika TSMC dapat memperoleh manfaat yang signifikan. TSMC sebagai salah satu produsen chip terbesar mungkin tidak ingin berbagi bisnis dengan Intel yang memiliki pabrik chip sendiri.
Apakah kerjasama antara kedua perusahaan ini akan terjadi dalam waktu dekat? Kita tunggu saja untuk melihat perkembangannya.












