Penyebab Keracunan MBG di Bandung Barat: Bakteri Salmonella

Laboratorium Kesehatan (Labkes) Jawa Barat telah menemukan bahwa bakteri Salmonella dan Bacillus Cereus menjadi penyebab utama keracunan makanan yang dialami ribuan siswa di Kabupaten Bandung Barat. Kepala Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Labkes Dinas Kesehatan Jawa Barat, Dr. Ryan Bayusantika Ristandi, mengungkapkan bahwa bakteri ini ditemukan dari sampel makanan program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang diperiksa oleh tim laboratorium. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa bakteri ini berasal dari komponen karbohidrat dalam makanan, dan salah satu penyebabnya adalah rentang waktu penyiapan hingga penyajian makanan yang terlalu lama, sehingga memungkinkan bakteri berkembang biak.

Ryan menekankan pentingnya menjaga kebersihan dalam proses pengolahan makanan, mulai dari penggunaan air bersih hingga kebersihan petugas dapur. Saran yang diberikan adalah membiasakan menyimpan makanan pada suhu di atas 60 derajat Celcius atau di bawah 5 derajat Celcius untuk mencegah pembusukan. Selain itu, pemasak juga disarankan untuk mengenakan sarung tangan, pakaian bersih, dan memastikan tidak ada kontaminasi dari bahan lain.

Dinkes Jabar mengimbau semua pihak yang terlibat dalam program MBG untuk meningkatkan protokol keamanan pangan guna mencegah kejadian serupa terulang di masa mendatang. Sebelumnya, lebih dari 1.333 orang pelajar diduga mengalami keracunan massal setelah mengonsumsi makanan program MBG di Kecamatan Cipongkor, Kabupaten Bandung Barat. Kasus serupa juga terjadi di beberapa wilayah sebelumnya, yang menyebabkan ratusan orang mengalami gejala keracunan akibat konsumsi makanan program MBG.

Badan Gizi Nasional (BGN) mencatat bahwa hingga 22 September, terdapat 4.711 orang yang menjadi korban keracunan di tujuh wilayah di Indonesia. Kasus keracunan mencakup berbagai wilayah di Indonesia, termasuk Sumatra, Jawa, Kalimantan, Bali, Sulawesi, Nusa Tenggara Timur, Maluku, hingga Papua. Data yang berbeda juga dilaporkan oleh Jaringan Pemantau Pendidikan Indonesia (JPPI), yang mencatat bahwa hingga 21 September 2025, terdapat 6.452 orang yang mengalami keracunan akibat konsumsi makanan program MBG di Indonesia.

Source link