Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto kembali mengatur formasi Kabinet Merah Putih melalui pelantikan sejumlah pejabat baru di Istana Negara, Jakarta, pada Senin (8 September). Dalam prosesi yang berlangsung resmi itu, empat menteri dan satu wakil menteri dilantik berdasarkan Keputusan Presiden Republik Indonesia Nomor 86/P tahun 2025.
Empat Menteri dan Satu Wakil Menteri Dilantik
Nama-nama yang masuk ke dalam jajaran baru kabinet adalah Purbaya Yudhi Sadewa sebagai Menteri Keuangan, Mukhtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia, Ferry Joko Yuliantono sebagai Menteri Koperasi, serta Mochamad Irfan Yusuf sebagai Menteri Haji dan Umrah. Sementara itu, Dahnil Anzar Simanjuntak ditetapkan sebagai Wakil Menteri Haji dan Umrah.
Pelantikan ini menandai penyesuaian penting dalam struktur pemerintahan Prabowo. Pergeseran posisi di kementerian strategis seperti keuangan, perlindungan pekerja migran, koperasi, hingga urusan haji dan umrah menunjukkan pemerintah tengah memperkuat mesin birokrasi di sektor-sektor yang dinilai langsung bersentuhan dengan publik.
Sumpah Jabatan dan Lahirnya Kementerian Baru
Dalam upacara tersebut, Presiden Prabowo memimpin pembacaan sumpah jabatan. Para pejabat yang dilantik menyatakan kesediaan mereka untuk setia kepada Undang-Undang Dasar 1945 dan menjalankan amanah negara dengan penuh tanggung jawab, etika, serta dedikasi.
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menjelaskan bahwa pembentukan Kementerian Haji dan Umrah merupakan bagian dari kesepakatan antara pemerintah dan DPR dalam pembahasan RUU Haji. Kehadiran kementerian baru ini memperlihatkan adanya penguatan kelembagaan untuk mengurus layanan ibadah haji dan umrah secara lebih terfokus.
Di Hadapan Pimpinan Negara dan Aparat Keamanan
Prosesi pelantikan turut dihadiri pimpinan lembaga negara, para menteri dan wakil menteri Kabinet Merah Putih yang masih menjabat, Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto, serta Kepala Kepolisian Negara Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Kehadiran mereka memberi bobot politik dan institusional pada agenda perombakan kabinet tersebut.
Dengan susunan baru ini, pemerintah menegaskan langkah untuk menjaga ritme kerja kabinet agar tetap selaras dengan target pelayanan publik dan kebutuhan pemerintahan. Pelantikan di Istana Negara menjadi sinyal bahwa Prabowo ingin memastikan setiap pos strategis diisi oleh figur yang siap bekerja dalam kerangka prioritas nasional.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.


