Pengacara Korban Kuak: Terlibatnya 2 Oknum Polairud Bali dalam TPPO Benoa

Pengacara Korban Ungkap Dugaan Keterlibatan 2 Oknum Polairud Bali dalam Kasus TPPO di Benoa

Kasus dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang menyeret puluhan calon anak buah kapal di Pelabuhan Benoa, Bali, kembali membuka pertanyaan serius soal keterlibatan aparat. Dua personel Kepolisian Perairan dan Udara (Polairud) di Bali diduga ikut terlibat dalam rangkaian peristiwa yang menimpa 21 korban tersebut. Temuan ini disampaikan Advokasi Perlindungan Pekerja Perikanan (Tangkap) melalui kuasa hukum korban, Siti Wahyatun, yang juga telah melaporkan dugaan itu ke Polda Bali.

Dua Kali Datang ke Kapal Tempat Korban Disekap

Menurut keterangan yang disampaikan Tangkap, dua oknum Polairud itu disebut datang ke kapal tempat para korban ditahan sebanyak dua kali, yakni pada 9 dan 11 Agustus 2025. Kehadiran mereka diduga bersama para calo yang membawa calon ABK ke KM Awindo 2A di Perairan Pelabuhan Benoa. Kapal itu dijadikan lokasi penampungan sementara, bukan untuk melaut maupun menangkap ikan.

Para korban disebut berada dalam kondisi terkurung di kapal yang jaraknya hanya sekitar 10 menit dari daratan dengan perahu jukung. Di lokasi itulah, para oknum yang mengetahui keberadaan korban disebut ikut memeriksa identitas calon ABK. Mereka juga diduga memerintahkan para korban segera menandatangani dokumen PKL.

Jejak Kasus Bermula dari Informasi yang Diterima Polisi

Kasus ini mulai terungkap setelah Ditreskrimum Polda Bali menerima informasi pada 29 Juli 2025. Dari hasil penelusuran awal, polisi menemukan adanya praktik penipuan dan perekrutan ABK yang mengarah pada TPPO. Korban yang terdata mencapai puluhan orang dan berasal dari berbagai daerah di Pulau Jawa.

Proses penyelamatan para korban tidak berlangsung sekaligus. Evakuasi dilakukan bertahap karena adanya keterbatasan di lapangan. Hingga kini, perkara tersebut masih dalam tahap penyidikan, sementara dugaan keterlibatan dua oknum Polairud menjadi sorotan baru dalam penanganan kasus yang semula berawal dari perekrutan kerja di sektor perikanan ini.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.