Transjakarta Minta Maaf dan Investigasi Insiden Tabrak Toko di Jaksel

PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) menyampaikan permintaan maaf setelah sebuah bus listrik milik operator Damri, dengan nomor DMR-240177, menabrak toko di Jalan Raya Minangkabau, Jakarta Selatan. Insiden yang terjadi pada Sabtu (6/9) itu langsung menjadi perhatian karena melibatkan armada angkutan umum yang selama ini diandalkan warga untuk mobilitas harian di ibu kota.

Transjakarta Pastikan Kasus Ditangani

Kepala Departemen Humas dan Corporate Social Responsibility (CSR) Transjakarta, Ayu Wardhani, mengatakan peristiwa tersebut kini sedang diselidiki dan sudah ditangani oleh kepolisian. Ia menegaskan pihaknya tidak tinggal diam dan ikut melakukan pemeriksaan internal bersama operator terkait untuk menelusuri kronologi kejadian secara menyeluruh.

Bus rute Pulogadung-Galunggung yang dikemudikan oleh LK itu mengalami kecelakaan hingga menyebabkan seorang penjaga toko terluka. Korban kemudian dibawa ke RSCM untuk mendapatkan perawatan medis. Meski demikian, dalam peristiwa tersebut tidak ada korban jiwa.

Tak Ada Indikasi Gangguan Teknis

Di tengah sorotan publik, Transjakarta menyebut hasil awal menunjukkan tidak ada kendala teknis pada bus listrik tersebut. Pernyataan ini menjadi penting karena insiden semacam ini kerap memunculkan pertanyaan soal kondisi armada dan pengawasan operasional di lapangan.

Meski begitu, pemeriksaan tetap berlanjut untuk memastikan penyebab kejadian secara utuh. Transjakarta dan pihak operator berupaya mengumpulkan keterangan yang diperlukan agar insiden serupa tidak terulang dan aspek keselamatan penumpang maupun pengguna jalan dapat dijaga lebih ketat.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.