Nama Steven Spielberg kembali jadi sorotan, kali ini bukan karena film perang klasik atau proyek blockbuster baru, melainkan karena ketertarikannya menggarap adaptasi layar lebar dari Call of Duty. Kabar ini memunculkan ekspektasi tinggi, mengingat Spielberg punya rekam jejak panjang dalam mengangkat cerita perang dengan pendekatan sinematik yang kuat. Namun, di balik minat besar sang sutradara, Activision justru memilih jalur berbeda dan akhirnya menggandeng Paramount Pictures bersama David Ellison sebagai mitra kerja.
Spielberg Ingin Ambil Alih Proyek
Informasi tersebut mencuat lewat newsletter Puck terbaru. Di sana disebutkan bahwa Spielberg menunjukkan minat besar untuk menangani sendiri film adaptasi Call of Duty. Ia bahkan melibatkan Amblin dan Universal Studios dalam pembahasan awal. Meski begitu, proses negosiasi tidak berjalan sesuai harapan pihak Spielberg. Aktivision disebut lebih nyaman bekerja sama dengan Paramount karena skema ini memberi mereka kendali yang lebih besar atas arah produksi film.
Alasan Activision Pilih Paramount
Keputusan Activision memilih Paramount Pictures menegaskan bahwa kontrol kreatif menjadi faktor penting dalam proyek besar seperti ini. Bagi perusahaan game tersebut, bekerja sama dengan studio yang menawarkan ruang kendali lebih luas dianggap lebih menguntungkan ketimbang menyerahkan terlalu banyak keputusan kepada satu nama besar, meski nama itu adalah Steven Spielberg. Langkah ini juga menunjukkan bahwa adaptasi Call of Duty tidak hanya soal mendatangkan sutradara ternama, tetapi juga soal menjaga kepentingan merek yang sudah sangat kuat di dunia gim.
Harapan Tinggi dari Penggemar
Spielberg sendiri dikenal sebagai gamer sejati dan penggemar berat Call of Duty, sesuatu yang membuat minatnya terhadap proyek ini terasa masuk akal. Dengan pengalaman menyutradarai film perang seperti Saving Private Ryan, ia dinilai punya modal kuat untuk menghadirkan adaptasi yang lebih hidup dan meyakinkan di layar lebar. Meski peluangnya kini tertutup, nama Spielberg sudah terlanjur membuat proyek ini jadi bahan pembicaraan. Pertanyaan pun mengemuka: apakah adaptasi Call of Duty akan tetap bisa menangkap intensitas dan skala perang yang diharapkan para penggemarnya?
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












