Giorgio Armani Wafat di Usia 91 Tahun, Dunia Mode Kehilangan Sosok yang Membentuk Standar Baru
Giorgio Armani, salah satu nama paling berpengaruh dalam sejarah mode Italia, meninggal dunia pada usia 91 tahun pada Kamis, 4 September 2025. Kepergiannya menutup perjalanan panjang seorang desainer yang bukan hanya membangun merek global, tetapi juga mengubah cara industri mode memandang elegansi, bisnis, dan kedekatan dengan publik.
Armani selama ini kerap disebut sebagai Sang Maestro atau “Re Giorgio”, julukan yang mencerminkan wibawa sekaligus pengaruh besarnya di dunia fashion. Ia dikenal tidak sekadar merancang busana, melainkan mengawasi langsung hampir seluruh detail dalam perusahaannya, mulai dari kampanye iklan hingga penampilan model sebelum melangkah ke catwalk.
Dari La Rinascente ke Panggung Mode Dunia
Perjalanan Armani menuju puncak industri mode dimulai dari langkah yang jauh dari glamor. Ia pernah bekerja sebagai pembeli di department store La Rinascente di Milan sebelum akhirnya membangun labelnya sendiri bersama sahabatnya, Sergio Galeotti. Pada 1975, keduanya meluncurkan merek Armani dengan modal hanya 10.000 dolar AS.
Dari titik awal yang sederhana itu, Armani berkembang menjadi salah satu rumah mode paling berpengaruh di dunia. Namanya melejit lewat busana pria yang dianggap revolusioner, termasuk jaket jas unconstructed yang menawarkan siluet lebih rileks namun tetap tegas. Gaya tersebut kemudian menjadi identitas kuat Armani dan ikut mengubah selera berpakaian banyak orang.
Pengaruh Besar di Balik Bisnis Bernilai Miliaran Euro
Tak hanya dikenal sebagai desainer, Armani juga terbukti piawai sebagai pebisnis. Menurut laporan Vogue Business, perusahaan Armani mencatat omzet sekitar 2,3 miliar euro pada 2024. Angka itu menegaskan betapa besar mesin bisnis yang ia bangun, sekaligus menunjukkan bahwa namanya bertahan bukan hanya karena citra, tetapi juga karena struktur usaha yang kuat.
Armani juga tercatat sebagai sosok yang ikut mendorong perubahan dalam industri mode. Ia mendorong body positivity dan berani memanfaatkan inovasi, termasuk peragaan busana yang disiarkan langsung melalui streaming. Dalam banyak hal, ia tampak selalu satu langkah di depan, tanpa kehilangan ciri khasnya yang tenang dan disiplin.
Pribadi yang Hadir di Setiap Detail
Kedekatan Armani dengan bisnisnya membuat banyak orang melihatnya sebagai pemimpin yang sangat terlibat. Ia tidak hanya memberi arahan dari belakang layar, tetapi hadir langsung dalam proses kreatif. Hubungannya dengan para pekerja kerap digambarkan seperti keluarga, dan kehadirannya sering menjadi penentu suasana dalam perusahaan.
Armani juga memiliki jangkauan luas di kalangan selebritas internasional. Sejumlah nama besar pernah mengenakan rancangan buatannya, termasuk Julia Roberts, Beyoncé, dan Lady Gaga. Jejaknya di red carpet dan panggung hiburan memperkuat status Armani sebagai desainer yang mampu menembus batas antara mode, budaya pop, dan kemewahan global.
Masa Depan Rumah Mode Armani
Di tengah duka atas wafatnya Armani, perhatian juga tertuju pada kelanjutan bisnis yang ia bangun selama puluhan tahun. Sejumlah nama yang disebut sebagai penerus potensial antara lain saudara perempuannya, keponakan-keponakannya, serta Leo Dell’Orco, pasangannya yang kini mengelola divisi busana pria di perusahaan Armani. Dell’Orco dipandang akan memegang peran penting dalam menjaga kesinambungan rumah mode tersebut.
Pemakaman Armani akan digelar secara privat, sementara penghormatan terakhir bagi publik dapat diberikan di Armani Teatro, Milan. Di kota yang menjadi saksi awal kariernya, kepergian Armani terasa bukan sekadar kehilangan seorang desainer, melainkan berakhirnya satu era yang telah membentuk wajah mode Italia dan dunia.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












