Besaran tunjangan beras anggota DPR kembali jadi sorotan setelah Jerome Polin ikut menanggapi angka yang disebut mencapai Rp12 juta per bulan. Dengan gaya hitung-hitungan yang khas, Jerome mempertanyakan logika nominal tersebut dan menilai dana sebesar itu tampak jauh melampaui kebutuhan beras untuk satu orang, apalagi keluarga kecil. Ia bahkan menggambarkan bahwa jika memakai beras medium, nilai Rp12 juta bisa bertahan sangat lama dan terasa seperti cukup untuk satu kampung.
Hitungan Jerome: dari per orang hingga keluarga
Dalam penjelasannya, Jerome menyebut kebutuhan beras untuk satu orang hanya sekitar Rp135 ribu. Sementara untuk keluarga berempat, angkanya berada di kisaran Rp540 ribu. Dari perbandingan itu, ia menyoroti betapa jauh jarak antara kebutuhan rumah tangga biasa dengan tunjangan beras DPR yang disebut mencapai Rp12 juta. Perhitungannya itu memicu kembali pertanyaan publik soal dasar penetapan angka tunjangan tersebut.
Adies Kadir bantah isu gaji DPR Rp100 juta
Polemik ini mencuat setelah Wakil Ketua DPR Adies Kadir menanggapi kabar bahwa gaji anggota DPR mencapai Rp100 juta. Adies menegaskan bahwa informasi itu tidak benar. Ia menyebut gaji anggota DPR saat ini masih berada di kisaran Rp6 juta hingga Rp7 juta per bulan, tepatnya sekitar Rp6,5 juta sampai Rp7 juta. Menurut dia, tidak ada kenaikan gaji, sementara tunjangan beras memang mengalami perubahan dari sekitar Rp10 juta menjadi Rp12 juta.
Respons publik atas angka tunjangan
Pernyataan Adies disampaikan di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, pada Selasa, 19 Agustus 2025. Di tengah perdebatan yang terus bergulir, angka tunjangan beras itu justru menjadi pusat perhatian karena dianggap tidak sebanding dengan kebutuhan sehari-hari masyarakat. Sorotan dari Jerome Polin memperkuat kritik publik yang mempertanyakan mengapa pos tunjangan tersebut bisa mencapai nominal setinggi itu, meski gaji pokok anggota DPR disebut tetap sama.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












