5 Efek Samping Minum Matcha Berlebihan: Apa yang Perlu Diketahui

5 Efek Samping Minum Matcha Berlebihan yang Perlu Diwaspadai

Matcha kerap dipilih sebagai minuman sehat karena berasal dari teh hijau bubuk asal Jepang yang mengandung berbagai senyawa bermanfaat. Karena dibuat dari seluruh daun teh, kandungan di dalamnya bisa terserap lebih optimal dibanding teh biasa. Namun, citra sehat itu bukan berarti aman dikonsumsi tanpa batas. Jika diminum terlalu sering atau dalam jumlah berlebihan, matcha justru dapat memunculkan sejumlah risiko yang patut diperhatikan.

Efek samping yang bisa muncul

Mengacu pada informasi dari Verywell Health, ada lima efek samping utama yang dapat terjadi ketika seseorang mengonsumsi matcha secara berlebihan. Salah satunya adalah reaksi alergi parah. Kondisi ini bisa ditandai dengan gejala seperti sesak napas, gatal-gatal, hingga ruam pada kulit. Pada sebagian orang, reaksi alergi bisa berkembang cepat dan membutuhkan penanganan medis.

Selain itu, konsumsi matcha yang terlalu tinggi juga disebut dapat meningkatkan risiko kanker esofagus. Di sisi lain, ada pula potensi peningkatan tekanan darah, yang tentu menjadi perhatian bagi orang yang memang memiliki riwayat hipertensi. Tak berhenti di situ, matcha berlebihan juga berpotensi mengganggu kesehatan hati jika dikonsumsi tanpa memperhatikan batas aman.

Penting memahami batas konsumsi

Karena itu, batas harian menjadi hal yang tidak boleh diabaikan. Berdasarkan uji klinis yang tersedia, dosis aman matcha dapat berbeda-beda tergantung bentuk produk dan tujuan penggunaannya. Artinya, tidak ada patokan tunggal yang bisa diterapkan untuk semua orang. Cara paling aman adalah mengikuti petunjuk pada kemasan atau saran dari tenaga medis, terutama bila matcha dikonsumsi secara rutin.

Langkah ini penting agar manfaat matcha tetap bisa diperoleh tanpa memicu efek samping yang justru merugikan tubuh. Mengingat kandungannya cukup kuat, konsumsi berlebihan bisa menjadi masalah, terutama bila dibarengi dengan kondisi kesehatan tertentu atau penggunaan produk lain yang juga mengandung kafein.

Kelompok yang perlu lebih berhati-hati

Meski populer, matcha tidak cocok dikonsumsi sembarangan oleh semua orang. Ada beberapa kelompok yang disarankan untuk menghindari atau setidaknya berkonsultasi terlebih dahulu sebelum meminumnya, yakni orang dengan reaksi alergi parah, ibu hamil dan menyusui, orang dewasa di atas 65 tahun, anak-anak, penderita kanker esofagus, penderita tekanan darah tinggi, serta mereka yang memiliki penyakit liver.

Dalam kondisi tersebut, pendapat tenaga medis menjadi penting sebelum menjadikan matcha sebagai minuman harian. Bagi sebagian orang, minuman ini memang bisa menjadi pilihan sehat. Tetapi bagi yang lain, batas aman justru harus lebih ketat agar tidak memicu masalah baru. Artikel ini disusun dengan kontribusi dari Haura Hamidah, untuk membantu pembaca memahami efek samping minum matcha secara berlebihan dan batasan yang dianjurkan dalam konsumsinya.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.