Menpora Dito: Cek Kesehatan Gratis Kepedulian Presiden

Menpora Dito Ariotedjo melakukan peninjauan langsung terhadap implementasi program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Sekolah di SMK Negeri 26 Jakarta, Rawamangun, Jakarta Timur. Kegiatan ini merupakan bagian dari peluncuran nasional CKG Sekolah yang diselenggarakan secara serentak di 12 sekolah, madrasah, dan pesantren di seluruh Indonesia. Menpora menegaskan bahwa program ini merupakan salah satu bentuk perhatian Presiden Prabowo Subianto terhadap kesehatan generasi muda.

Dalam kunjungannya, Menpora menyampaikan bahwa program CKG adalah inisiatif dari Presiden sebagai bagian dari visi Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk meningkatkan kebugaran masyarakat Indonesia secara menyeluruh. Data yang dikumpulkan dari pelaksanaan CKG akan menjadi dasar untuk merumuskan kebijakan yang mendukung pola hidup sehat di kalangan pelajar. Dengan mendeteksi masalah kesehatan sejak dini, negara dapat segera mencari solusi untuk menjaga kebugaran jasmani dan rohani generasi muda.

Turut serta dalam kunjungan tersebut adalah Sekretaris Jenderal Kementerian Kesehatan, Tenaga Ahli Utama Kantor PCO, dan beberapa atlet berprestasi. Sebanyak 131 siswa kelas X SMKN 26 Jakarta mengikuti pemeriksaan kesehatan secara gratis, termasuk pengukuran tinggi dan berat badan, status gizi, tekanan darah, kebugaran jasmani, pemeriksaan gigi dan mata, serta skrining tuberkulosis dan kesehatan jiwa.

Selain pemeriksaan kesehatan, kegiatan ini juga dilengkapi dengan edukasi tentang perilaku hidup bersih dan sehat. Meskipun tidak menjalani pemeriksaan, siswa tetap mengikuti kegiatan belajar mengajar seperti biasa. Program CKG Sekolah diluncurkan secara bersamaan di 12 satuan pendidikan yang berbeda di seluruh Indonesia sebagai bagian dari visi transformasi kesehatan nasional Presiden Prabowo.

Program CKG telah dimulai bertahap sejak Februari 2025 dan telah diperluas ke berbagai jenjang pendidikan di bawah Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah serta Kementerian Agama. Hingga Agustus 2025, program ini telah mencapai lebih dari 16 juta individu di seluruh Indonesia. Pemerintah optimis bahwa dengan cakupan yang semakin luas, program ini akan mempercepat pemerataan akses layanan kesehatan dan mendukung upaya menuju Indonesia Emas 2045.

Source link