Berita  

Fatwa Haram Sound Horeg: Tinjauan Lengkap dari Memed ‘EdiSound’

Perdebatan soal sound horeg kembali menguat setelah Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jawa Timur mengeluarkan fatwa haram terhadap penggunaannya. Di tengah ramainya respons publik, Memed atau yang dikenal sebagai EdiSound ikut memberi pandangan. Ia melihat keputusan itu sudah mulai berdampak di lapangan, karena sejumlah wilayah disebut mulai membatasi penggunaan sound horeg dalam rangkaian acara karnaval.

Fatwa MUI Jatim Mulai Beri Efek ke Lapangan

Menurut Memed, situasi ini menunjukkan bahwa fatwa tersebut bukan sekadar menjadi bahan diskusi, tetapi sudah memengaruhi penyelenggaraan acara di beberapa daerah. Meski begitu, ia mengaku tetap bisa memahami sebagian alasan di balik keputusan MUI Jatim. Bagi dia, persoalan sound horeg tidak bisa dilihat hanya dari kerasnya suara atau kemeriahannya semata, melainkan juga dari konteks acara secara keseluruhan.

Memed: Jangan Semua Langsung Digeneralisasi

Memed menilai, ada risiko ketika seluruh kegiatan sound karnaval langsung disapu rata sebagai sesuatu yang haram. Ia menyayangkan jika penilaian itu tidak memberi ruang bagi unsur-unsur positif yang juga hadir dalam penyelenggaraan acara tersebut. Dalam pandangannya, masih ada sisi yang perlu diperhatikan secara lebih jernih sebelum semua hal disederhanakan menjadi satu kesimpulan.

Meski begitu, ia menegaskan tetap menghormati keputusan para ulama. Sikap itu, menurut Memed, penting dijaga selama ada arah penyelesaian yang tidak merugikan pihak lain. Ia juga menyatakan siap mengikuti arahan yang diberikan, termasuk bila harus menyesuaikan diri dengan keputusan para kiai.

Siap Cari Solusi yang Tidak Merugikan

Bagi Memed, yang paling penting saat ini adalah membuka ruang dialog dan mencari jalan tengah. Ia menekankan pentingnya keterbukaan, kemandirian dalam mencari solusi, serta kepatuhan pada arahan tokoh agama. Di tengah pro dan kontra yang terus berkembang, sikap seperti itulah yang dianggapnya paling masuk akal untuk menjaga agar polemik sound horeg tidak makin melebar.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.