Hacker Ransomware Bitcoin Senilai USD 2,4 Juta Digulung FBI

Badan intelijen Amerika Serikat di Dallas telah berhasil menyita Bitcoin senilai USD 2,4 juta milik hacker yang terlibat dalam komplotan penjahat ransomware. FBI mengungkap bahwa para hacker memeras korban menggunakan mata uang crypto yang sering dianggap anonim, namun transparansi teknologi blockchain masih dapat melacak aktivitas mereka. Kejaksaan Amerika Serikat sudah mengajukan gugatan untuk menyita 20 Bitcoin hasil dari kegiatan kriminal para hacker.

Para hacker menggunakan perangkat lunak ransomware untuk mengenkripsi berkas sistem host dengan ekstensi ‘.chaos’ sambil menyembunyikan proses enkripsi. Mereka menargetkan sistem Windows, ESXi, Linux, dan NAS dengan fokus pada enkripsi berkecepatan tinggi dan sistem keamanan yang kuat. Setelah berhasil menyusupkan ransomware, para hacker mengirim pesan kepada korban untuk meminta tebusan melalui URL Tor onion, meskipun hal ini dapat membingungkan karena tidak semua orang familiar dengan Tor browser.

Dengan ancaman untuk membocorkan data sensitif korban serta melakukan serangan lanjutan seperti DDoS dan penghapusan permanen file yang dicuri, para hacker berusaha untuk memanfaatkan kepanikan korban agar segera membayar tebusan. Taktik ini seringkali digunakan untuk menekan korban agar membayar secepat mungkin. Kini Badan intelijen Amerika Serikat telah berhasil menyita Bitcoin para hacker sebagai langkah penindakan terhadap kejahatan ransomware yang semakin meresahkan.

Source link