Burnout bisa terjadi secara perlahan dan bertahap. Strategi untuk mengatasi burnout meliputi mengubah cara pandang terhadap pekerjaan, membangun kembali koneksi sosial, rutin berolahraga, dan menata ulang prioritas hidup secara keseluruhan. Kondisi burnout adalah kelelahan fisik, mental, dan emosional yang disebabkan oleh stres kronis yang berlangsung dalam jangka waktu yang lama. Asupan makanan juga berperan penting dalam pemulihan dari burnout, termasuk dengan memasukkan adaptogen ke dalam diet sehari-hari.
Beberapa makanan yang dapat membantu mengatasi burnout yaitu kacang kenari yang kaya protein dan triptofan, bayam yang tinggi magnesium, tahu sebagai sumber protein nabati, cokelat hitam dengan kadar kakao tinggi, dan ikan berlemak seperti salmon, makarel, atau sarden yang mengandung asam lemak omega-3. Makan dengan seimbang tidak perlu rumit atau memakan waktu, namun melibatkan perencanaan seperti menyiapkan makanan sederhana dalam porsi besar di akhir pekan atau menyimpan camilan sehat seperti kacang-kacangan atau yoghurt di tempat kerja untuk mengatasi rasa lapar. Smoothie padat nutrisi juga bisa menjadi alternatif makanan praktis dan menyehatkan saat waktu terbatas.












