Berita  

Mengungsi ke Perbukitan: Cerita Warga Gorontalo Waspada Tsunami

Sejumlah warga di Gorontalo sempat memilih untuk mengungsi ke daerah perbukitan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi tsunami imbas gempa Rusia pada Rabu (30/7). Beberapa di antara warga tersebut merasa panik dan memutuskan untuk mengungsikan diri ke perbukitan setempat. Pradtiya Mantulangi, salah seorang pengungsi, mengungkapkan bahwa mereka membawa dua keluarga yang terdiri dari tujuh orang dewasa dan tiga anak ke bukit tersebut sejak pukul 12.00 WITA setelah mendengar kabar akan terjadi tsunami di Gorontalo.

Alasan utama mereka memilih untuk bertahan di bukit adalah agar jika terjadi tsunami, mereka sudah berada di tempat yang dianggap aman. Tak hanya itu, mereka juga telah menyiapkan makanan dan membawa tungku untuk memasak di sana. BMKG menyatakan peringatan dini tsunami di RI telah resmi berakhir pada Rabu (30/7) malam setelah kejadian gempa Kamchatka dengan magnitudo 8,7. Sebelumnya, beberapa wilayah di Indonesia, seperti Talaud, Gorontalo, Halmahera Utara, Manokwari, Raja Ampat, Biaknumfor, Supiori, Sorong bagian Utara, Jayapura, dan Sarmi, berstatus waspada terhadap potensi tsunami.

Direktur Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono, menyatakan bahwa catatan tsunami di Indonesia menunjukkan penurunan aktivitas dan energi yang menandakan bahaya telah berlalu. Seluruh marigram di Indonesia juga mengalami penurunan aktivitas yang menunjukkan kondisi sudah aman. Meski demikian, para warga Gorontalo tetap waspada dan siaga menghadapi potensi ancaman berikutnya.

Source link