Berita  

Pramono Ancam Cabut Bansos jika Warga Terjaring Main Judi Online

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, membuat keputusan untuk mencabut bantuan sosial (bansos) bagi warga yang terlibat dalam praktik judi online. Menurutnya, bansos seharusnya diberikan kepada warga yang benar-benar membutuhkan bantuan tersebut. Pramono Anung juga menjelaskan bahwa pemerintah provinsi sedang berkoordinasi dengan berbagai instansi terkait untuk mendapatkan informasi terkait masalah judi online, termasuk kolaborasi dengan PPATK dan LPSK. Tujuan dari langkah ini adalah untuk mencegah tindak pidana pencucian uang dan pendanaan terorisme.

Selain itu, ia juga ingin memastikan bahwa dana bantuan sosial dimanfaatkan dengan benar untuk memenuhi kebutuhan pokok dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pramono Anung juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menciptakan lingkungan yang sehat, produktif, dan bebas dari praktik ilegal. Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk terus memperbarui data penerima bansos secara berkala agar bantuan dapat tersalurkan secara adil dan tepat sasaran.

Menurut data PPATK, sebanyak 602.419 warga Jakarta terindikasi terlibat dalam judi online, dengan jumlah transaksi yang mencapai Rp3,12 triliun. Dari jumlah tersebut, 15.033 di antaranya adalah penerima bansos. Langkah-langkah yang diambil ini bertujuan untuk memastikan bahwa bantuan sosial benar-benar dapat membantu mereka yang membutuhkan.

Source link