Fenomena Rojali & Rohana: Analisis Psikologis Terperinci

Kasandra Putranto, seorang psikolog, menjelaskan fenomena Rojali dan Rohana, yang merupakan pengunjung pusat perbelanjaan yang datang berkelompok namun akhirnya tidak membeli apapun. Dari sudut pandang psikologi, Kasandra menyatakan bahwa kunjungan ke pusat perbelanjaan bukan hanya untuk memenuhi kebutuhan fisiologis, namun juga sosial dan aktualisasi diri. Manusia memiliki lima tingkat kebutuhan, dan seringkali orang melakukan pencarian informasi pra-pembelian sebelum memutuskan untuk membeli suatu barang.

Perilaku “rojali” dan “rohana” juga dapat dipengaruhi oleh faktor budaya, di mana dalam budaya Indonesia yang menjunjung tinggi kesopanan, pelanggan dapat berperilaku berpura-pura tertarik meski sebenarnya tidak berniat membeli sebagai bentuk konformitas terhadap norma sosial. Selain itu, niat membeli sering kali tidak terealisasi karena dipengaruhi oleh persepsi kontrol dan norma sosial, serta kebutuhan akan identitas sosial. Mengunjungi tempat yang elite atau sedang tren tanpa membeli bisa menjadi bentuk penegasan diri sebagai bagian dari kelompok sosial tertentu.

Kasandra juga menjelaskan bahwa fenomena “rojali” dan “rohana” dapat dipahami sebagai bagian dari pencarian informasi pra-pembelian, yang merupakan proses normal sebelum seseorang memutuskan untuk membeli suatu barang. Dengan melihat-lihat produk atau masuk ke toko tertentu, seseorang dapat merasa memperoleh nilai simbolik, meskipun akhirnya tidak membeli. Kemudian, ada juga mekanisme perlindungan harga diri, di mana seseorang mungkin tidak ingin tampak tidak mampu di mata orang lain sehingga berpura-pura tertarik untuk menghindari rasa malu atau rendah diri.

Dalam konteks budaya, perilaku “rojali” dan “rohana” juga dapat dipahami sebagai bentuk konformitas terhadap norma sosial, di mana pelanggan merasa harus menghargai tenaga penjual dengan berpura-pura tertarik, meski sebenarnya tidak berniat membeli. Perilaku sekadar melihat-lihat atau bertanya tanpa membeli juga merupakan bagian dari proses pencarian informasi pra-pembelian, yang umum dilakukan konsumen sebelum membuat keputusan pembelian. Maka, fenomena “rojali” dan “rohana” dapat ditinjau dari berbagai perspektif, mulai dari hierarki kebutuhan hingga faktor budaya yang membentuk perilaku konsumen di pusat perbelanjaan.

Source link