Microgreen atau tumbuhan kecil hijau menjadi tren karena ukurannya yang kecil namun kaya akan nutrisi. Hal ini sering disalahartikan sebagai kecambah, padahal microgreen adalah tumbuhan yang sudah melewati tahap kecambah. Terdapat lebih dari 100 varietas microgreen, dengan varietas seperti amaranth, selasih, brokoli, sawi, pakchoi, borage, dan bit yang menjadi favorit. Microgreen mengandung beragam nutrisi penting seperti vitamin dan mineral, serta memiliki antioksidan yang baik untuk tubuh.
Untuk mendapatkan manfaat nutrisi yang maksimal, microgreen dapat dikonsumsi langsung, dimasak, atau digunakan sebagai pelengkap dalam hidangan. Restoran terkenal pun mulai menggunakan microgreen sebagai hiasan hidangan makanan. Namun, perlu diingat bahwa microgreen juga bisa terkontaminasi dengan bakteri yang berasal dari tanah, sehingga perlu diperhatikan tempat pertumbuhannya dan disimpan dengan baik.
Jika tertarik, microgreen bisa ditanam sendiri baik di tanah maupun secara hidroponik. Untuk menanam microgreen di tanah, langkah-langkahnya meliputi pembelian bibit, penaburan benih, penyiraman dengan tepat, penempatan di tempat yang mendapat sinar matahari cukup, dan pemeriksaan serta perawatan harian. Setelah 7-10 hari, microgreen siap untuk dipanen dan dinikmati. Kesimpulannya, microgreen merupakan pilihan nutrisi yang lezat dan sehat untuk dikonsumsi sebagai bagian dari pola makan sehari-hari.












