Aplikasi Bejakeun: Solusi Antiperundungan SMPN 43 Bandung

Perundungan merupakan masalah serius dalam lingkungan sekolah yang dapat memberikan dampak buruk secara psikologis dan sosial. Menurut laporan Tempo, sebanyak 2 dari 3 anak usia 13-17 tahun mengalami perundungan di sekolah. Untuk mengatasi masalah ini, SMPN 43 Bandung meluncurkan aplikasi Bejakeun sebagai solusi. Aplikasi ini diciptakan oleh Ilham Fauji, seorang guru agama di SMPN 43 Bandung, sebagai upaya untuk mengurangi angka perundungan di lingkungan pendidikan.

Dikonfirmasi bahwa Bejakeun merupakan bagian dari program ROOTS milik Dinas Pendidikan Kota Bandung yang bertujuan untuk mencegah perundungan, meningkatkan kesadaran akan bahaya perundungan, menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, dan memudahkan pelaporan tindakan perundungan. Nama aplikasi ini juga memiliki makna dalam bahasa Sunda dan merupakan akronim dari slogan antiperundungan.

Dalam penggunaan aplikasi, pengguna diminta untuk login atau dapat masuk sebagai tamu. Selain menyediakan motivasi, aplikasi ini juga menjelaskan jenis-jenis perundungan yang sesuai dengan peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan. Meskipun baru tersedia untuk perangkat Android, aplikasi ini diakui memiliki penanganan yang cepat oleh Balai Besar Penjaminan Mutu Pendidikan Provinsi Jawa Barat.

Setiap laporan perundungan yang diterima oleh aplikasi akan diteruskan kepada Tim Pencegahan dan Penanganan Kekerasan yang terdiri dari guru BK, tim kesiswaan, dan perwakilan orang tua. Mereka akan mengidentifikasi kasus yang dilaporkan dan merumuskan strategi penanganan perundungan. Aplikasi Bejakeun merupakan langkah inovatif dalam upaya menanggulangi perundungan di lingkungan pendidikan Indonesia.

Source link