Selvi Ananda Ingatkan Sanitasi Buruk Penyebab Stunting

Selvi Ananda Soroti Sanitasi Buruk sebagai Pemicu Stunting

Sanitasi yang buruk kembali menjadi perhatian serius dalam upaya menekan stunting. Selvi Ananda, istri Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka, menegaskan bahwa persoalan air bersih dan lingkungan sehat tidak bisa dipisahkan dari tumbuh kembang anak. Pesan itu ia sampaikan saat peresmian sumur di Kabupaten Sragen pada 17 Juni 2025, di tengah dorongan untuk memperkuat langkah pencegahan stunting dari akar masalahnya.

Sumur Bor 70 Meter untuk Warga Juwok

Peresmian tersebut menandai hadirnya sumur bor sedalam 70 meter yang diprakarsai Seruni Kabinet Merah Putih. Program ini tidak hanya dimaksudkan untuk mempermudah akses air bersih, tetapi juga menjadi bagian dari upaya memperbaiki kualitas hidup warga Desa Juwok, Kecamatan Sukodono, Kabupaten Sragen. Di wilayah yang selama ini menghadapi krisis air, fasilitas ini diharapkan memberi dampak langsung bagi kebutuhan harian masyarakat.

Masalah air bersih memang menjadi salah satu hambatan utama dalam pencegahan stunting. Tanpa sanitasi yang layak, risiko gangguan kesehatan pada anak akan semakin besar. Karena itu, bantuan sumur bor dipandang sebagai langkah praktis yang menyasar persoalan mendasar di lapangan, bukan sekadar program simbolik.

Genting Didorong Jadi Gerakan Bersama

Dalam kesempatan yang sama, Seruni Kabinet Merah Putih juga meluncurkan Program Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting atau Genting. Program ini mengajak berbagai pihak untuk ikut memberi dukungan nutrisi dan non-nutrisi kepada anak-anak usia dini yang berisiko stunting. Fokusnya bukan hanya pada bantuan makanan, tetapi juga pada edukasi, sanitasi, dan kesadaran keluarga terhadap pentingnya lingkungan yang sehat.

Genting dirancang sebagai gerakan yang melibatkan lebih banyak unsur, agar pencegahan stunting tidak berhenti pada kampanye seremonial. Anak-anak membutuhkan asupan gizi yang cukup, air bersih yang aman, serta lingkungan yang mendukung pertumbuhan mereka secara optimal. Seluruh unsur itu saling berkaitan dan tidak bisa dipisahkan satu sama lain.

Stunting di Sragen Masih Jadi Pekerjaan Rumah

Di Kabupaten Sragen, angka stunting masih disebut berada di kisaran 15 persen. Kondisi ini membuat berbagai intervensi menjadi mendesak, terutama di wilayah-wilayah yang masih kesulitan akses air bersih. Karena itu, kolaborasi lintas kementerian dan lembaga dalam program bantuan sumur bor dipandang penting untuk mempercepat penanganan.

Dalam konteks ini, dukungan dari Bank Syariah Indonesia (BSI) juga dinantikan sebagai langkah konkret yang bisa memperkuat upaya di lapangan. Kombinasi antara sanitasi yang baik, air bersih, nutrisi, dan edukasi dinilai menjadi kunci agar anak-anak di Sragen dapat tumbuh lebih sehat dan berkembang secara seimbang.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.