Kasus perusakan nisan di sejumlah makam di wilayah Yogyakarta dan Bantul akhirnya mengarah pada satu nama: ANSF, pelajar SMP berusia 16 tahun yang kini diamankan polisi. Temuan ini membuka babak baru dalam penyelidikan yang sejak awal memicu kegelisahan warga, terutama karena lokasi-lokasi yang dirusak tersebar di beberapa titik dan sempat menimbulkan dugaan liar di tengah masyarakat.
Pelaku Masih Pelajar, Bertindak Sendirian
Kapolsek Kotagede AKP Basungkawa menjelaskan, ANSF merupakan siswa SMP Negeri di Bantul. Ia diamankan pada Senin (19/5) sore setelah polisi menelusuri rangkaian perusakan nisan yang terjadi di TPU Baluwarti, Kotagede, serta di Kompleks Pemakaman Ngentak dan kompleks pemakaman Gedongkuning di Bantul. Dari hasil pemeriksaan awal, pelaku mengaku bergerak sendiri tanpa bantuan pihak lain.
Dalam aksinya, ANSF disebut merusak nisan kayu dengan tangan kosong. Sementara untuk makam berlapis keramik, ia menggunakan batu sebagai alat untuk menghantam dan merusaknya. Polisi telah mengamankan sejumlah barang bukti, termasuk nisan kayu yang patah dan batu yang diduga dipakai saat kejadian.
Motif Masih Didalami
Hingga kini, penyidik belum memastikan apa yang mendorong ANSF melakukan perusakan tersebut. Polisi masih mendalami motif di balik aksi itu, termasuk kemungkinan adanya gangguan kejiwaan. Namun, dugaan tersebut belum bisa dipastikan karena pelaku belum pernah menjalani pemeriksaan psikologis resmi.
Untuk penanganan lebih lanjut, ANSF dititipkan ke Balai Perlindungan dan Rehabilitasi Sosial Remaja Yogyakarta. Dalam proses hukum, ia ditetapkan sebagai anak berhadapan dengan hukum dan dijerat Pasal 179 KUHP dengan ancaman pidana penjara hingga 1 tahun 4 bulan.
Kasus yang Memicu Kegelisahan Warga
Sebelumnya, Polres Bantul juga telah turun tangan menyelidiki kasus perusakan nisan di beberapa makam di wilayah Bantul dan Yogyakarta. Seluruh nisan yang dirusak diyakini merupakan makam umat Kristiani. Kasus ini pertama kali diketahui warga dan ahli waris makam pada Jumat (16/5) serta Minggu (18/5), sebelum kemudian dilaporkan dan ditindaklanjuti aparat.
Perusakan makam tersebut sempat memunculkan kekhawatiran luas di tengah masyarakat, bukan hanya karena lokasi yang tersebar, tetapi juga karena menyentuh ruang yang sangat sensitif bagi keluarga dan warga sekitar. Polisi menegaskan penyelidikan tetap berjalan untuk memastikan seluruh rangkaian kejadian terungkap secara utuh.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.










