Enam Pasangan Menikah Serentak di Mbalek Ndeso Fortais, Nuansa Desa Jadi Daya Tarik Utama
Di tengah peringatan Hari Kebangkitan Nasional, Forum Ta’aruf Indonesia (Fortais) Sewon, Bantul, menghadirkan cara berbeda untuk merayakan momen itu. Lewat gelaran Nikah Bareng Mbalek Ndeso di Gedung Beruntung Jalannya, Geneng, Bantul, pada 15 Mei 2025, enam pasangan pengantin menjalani akad nikah dalam suasana yang sengaja dibuat sederhana, hangat, dan kental dengan nuansa pedesaan khas Yogyakarta.
Konsep desa untuk menghidupkan suasana pernikahan
Ketua Fortais Indonesia sekaligus penyelenggara Nikah Bareng Nasional, Ryan Budi Nuryanto, mengatakan tema pedesaan dipilih bukan sekadar dekorasi. Menurut dia, konsep itu ingin menampilkan kembali keindahan alam desa, kesederhanaan, serta rasa kebersamaan yang menjadi ciri kehidupan masyarakat di Yogyakarta. Dalam pandangannya, pernikahan tidak harus selalu mewah untuk bisa berkesan; yang lebih penting adalah kehangatan dan dukungan dari lingkungan sekitar.
Gotong royong warga jadi penopang acara
Persiapan acara ini juga melibatkan warga setempat. Mereka membantu membangun gedung dapur untuk keperluan patehan, sekaligus mendukung berbagai kebutuhan teknis penyelenggaraan. Material bambu petung yang diambil langsung dari alam pedesaan ikut digunakan sebagai bagian penting dari konsep acara. Ryan menyebut bambu sebagai salah satu kekayaan Indonesia yang bukan hanya bernilai estetis, tetapi juga memiliki manfaat besar dalam kehidupan sehari-hari.
Ia menilai keberhasilan acara tersebut tidak lepas dari keterlibatan aktif masyarakat Desa Geneng, yang memberikan bantuan baik dalam bentuk material maupun tenaga. Dukungan itu membuat acara nikah bersama berjalan lebih lancar dan terasa sebagai kerja bersama, bukan semata agenda seremonial.
Akad nikah enam pasangan diiringi wayang dan karawitan
Prosesi akad nikah untuk enam pasangan asal Yogyakarta dan Jawa Tengah berlangsung di tengah pagelaran wayang cekak oleh dalang cilik Ki Lanang Bejo Lakune, dengan iringan karawitan. Perpaduan itu membuat suasana pernikahan terasa berbeda, karena unsur budaya tidak hanya menjadi latar, tetapi hadir langsung dalam jalannya acara. Fortais berharap format seperti ini dapat menarik perhatian generasi milenial dan Gen Z yang sedang memasuki usia menikah.
Ryan menegaskan bahwa program seperti Nikah Bareng Mbalek Ndeso diharapkan bisa meringankan beban masyarakat yang terkendala biaya atau persiapan pernikahan, tanpa meninggalkan nilai budaya. Ia juga mengingatkan pentingnya memikirkan generasi mendatang dengan membantu pasangan-pasangan yang ingin menikah. Menurutnya, kebahagiaan para pasangan hari itu bukan hanya urusan pribadi, tetapi juga bagian dari masa depan Indonesia.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












