Vaksin TBC Baru Dinilai Mendesak, BCG Tak Lagi Cukup untuk Tantangan Saat Ini
Pembahasan soal vaksin tuberkulosis kembali menguat setelah muncul dorongan untuk menghadirkan vaksin baru yang lebih efektif daripada BCG. Ketua Majelis Kehormatan PDPI, Tjandra Yoga Aditama, menilai kebutuhan itu bukan sekadar wacana, melainkan langkah penting jika Indonesia dan dunia serius mengejar target pengendalian TBC. Menurut dia, vaksin BCG yang selama ini digunakan masih memiliki keterbatasan besar karena hanya memberi perlindungan parsial pada anak-anak dan belum efektif mencegah TBC pada orang dewasa.
BCG Dinilai Tak Lagi Memadai
Tjandra menegaskan bahwa situasi TBC saat ini menuntut pendekatan yang lebih kuat. Vaksin lama memang masih dipakai, tetapi daya lindungnya tidak cukup untuk menjawab beban penyakit yang terus berjalan di masyarakat. Karena itu, pengembangan vaksin baru dipandang perlu agar upaya eliminasi TBC tidak berhenti pada pencegahan dasar semata.
Ia juga menyebut vaksin baru idealnya bisa berfungsi lebih luas, bukan hanya sebagai pengganti BCG, tetapi juga sebagai penguat atau booster. Dengan begitu, perlindungan terhadap TBC dapat ditingkatkan, terutama pada kelompok usia dewasa yang selama ini belum terlindungi secara optimal.
Harapan Baru dalam Pengobatan TBC
Lebih jauh, Tjandra menjelaskan bahwa vaksin TBC generasi baru diharapkan tidak hanya berperan dalam pencegahan. Vaksin tersebut juga bisa menjadi bagian dari imunoterapi atau terapi ajuvan, yaitu membantu mempercepat proses pengobatan dan menekan risiko kekambuhan penyakit. Dengan kata lain, fungsi vaksin yang dibutuhkan saat ini jauh lebih luas dibandingkan vaksin konvensional.
Diskusi ini mengemuka setelah pembicaraan Presiden Prabowo Subianto dan Bill Gates mengenai Indonesia sebagai salah satu lokasi uji klinik pengembangan vaksin TBC global. Pembahasan tersebut kembali menyoroti posisi Indonesia dalam upaya internasional melawan TBC, sekaligus membuka harapan bahwa riset vaksin baru bisa memberi dampak nyata bagi pengendalian penyakit di dalam negeri.
Target Eliminasi 2030 Masih Jauh
Di sisi lain, data Dinas Kesehatan DKI Jakarta menunjukkan bahwa kasus TBC di wilayah ibu kota masih tergolong tinggi. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tantangan eliminasi TBC pada 2030 belum ringan. Karena itu, kehadiran vaksin baru dipandang dapat menjadi salah satu alat penting untuk menekan angka penularan dan membantu memperbaiki situasi epidemi di masyarakat.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












