Berita  

Konfercab XX PCNU Kencong Mengusung Tema Merawat Lingkungan untuk Mendampingi Umat dan Mewujudkan Kebesaran NU

Konfercab XX PCNU Kencong Dibuka, Fokus Rumuskan Arah Khidmat Lima Tahun ke Depan

Forum tertinggi di tubuh Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kencong kembali digelar. Konferensi Cabang (Konfercab) XX PCNU Kencong resmi dibuka pada Sabtu, 10 Agustus 2024, di Ponpes Assunniyyah, Desa/Kecamatan Kencong, Kabupaten Jember, Jawa Timur. Agenda ini menjadi ruang penting bagi para pengurus untuk mengevaluasi perjalanan organisasi sekaligus menyiapkan arah kerja baru untuk lima tahun mendatang.

Ratusan peserta hadir dalam konfercab tersebut. Mereka berasal dari jajaran pengurus cabang NU dan lembaga, pengurus Majelis Wakil Cabang (MWC), pengurus ranting, hingga badan otonom (banom) NU. Tema yang diusung, “Merawat Jagat Mendampingi Umat dan Mewujudkan NU Digdaya”, menegaskan bahwa pembahasan organisasi kali ini tidak hanya soal administrasi, tetapi juga menyangkut komitmen NU dalam merawat lingkungan dan memperkuat peran sosial di tengah masyarakat.

Evaluasi Periode 2019-2024 Jadi Titik Awal

Ketua Tanfidziah PCNU Kencong, Kiai Zainil Ghulam, menegaskan bahwa konfercab ini memiliki dua fungsi utama: menilai pertanggungjawaban pengurus sebelumnya dan merumuskan landasan kerja bagi kepengurusan berikutnya. Dalam sambutannya, ia mengakui masih ada banyak kekurangan selama masa khidmat lima tahun terakhir.

“Selama lima tahun kami berkhidmat banyak sekali kekurangan dan program yang belum selesai. Maka, izinkan kami mohon maaf dan mengakhiri kepengurusan ini dengan husnul khatimah,” ujarnya.

Zainil juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh unsur PCNU Kencong, mulai dari syuriah hingga lembaga, yang selama ini ikut menopang jalannya program kerja. Ia meminta para peserta konfercab tidak sekadar hadir, tetapi benar-benar serius merumuskan pokok-pokok pikiran yang akan dibahas dalam sidang komisi dan pleno. Menurutnya, hasil forum ini akan menjadi pijakan resmi bagi pengurus PCNU Kencong periode 2024-2029.

Proses Pemilihan dan Mekanisme Organisasi

PCNU Kencong membawahi lima MWC, yakni Kencong, Puger, Jombang, Umbulsari, dan Gumukmas, serta 59 ranting. Dalam mekanisme konfercab, lima MWC tersebut akan memilih lima orang anggota Ahlul Halli Wal Aqdi (AHWA), yakni pihak yang berwenang menentukan dan mengikat keputusan strategis dalam struktur organisasi.

Setelah itu, AHWA akan memilih rais syuriah. Tahap berikutnya adalah pemilihan ketua tanfidziah PCNU oleh masing-masing MWC yang memiliki satu suara. Meski demikian, calon ketua tanfidziah yang terpilih tetap harus mendapat persetujuan dari rais syuriah.

Sidang Komisi Bahas Program Kerja hingga Bahtsul Masail

Berdasarkan susunan acara, konfercab ini memuat sejumlah tahapan penting, mulai dari pembahasan tata tertib sidang, pembacaan serta penilaian laporan pertanggungjawaban pengurus periode 2019-2024, hingga sidang komisi. Ada tiga komisi yang dibentuk dalam forum ini, yaitu komisi pokok-pokok program kerja PCNU masa khidmat 2024-2029, komisi rekomendasi perkumpulan, dan komisi bahtsul masail.

Ketiga komisi tersebut akan merumuskan pembahasan secara rinci sebelum hasilnya dibawa ke sidang pleno untuk disahkan. Dari forum inilah akan lahir keputusan-keputusan strategis yang menjadi arah gerak NU Kencong lima tahun ke depan, sekaligus penegasan peran organisasi dalam mendampingi umat dan menjaga marwah jam’iyah.

Di akhir sambutannya, Kiai Zainil menutup dengan kutipan yang menekankan sikap lapang dada terhadap kekurangan manusia. “Jika engkau menemukan cacat atau kesalahan maka maafkanlah. Hanya Allah Yang Maha Agung dan tidak mempunyai kesalahan,” tuturnya.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.