Mobilisasi semua upaya untuk memastikan keamanan dan kelancaran silaturahmi warga
Menjelang Idul Fitri 1445 H/2024, perhatian pemerintah dan Polri tertuju pada satu hal yang sama: memastikan jutaan orang bisa pulang kampung dan kembali ke daerah asal dengan aman, tertib, dan tanpa hambatan berarti. Dengan perkiraan puncak arus mudik pada 5, 6, 7, dan 8 April, serta puncak arus balik pada 13 hingga 16 April 2024, seluruh perangkat pengamanan dipacu sejak jauh hari agar lonjakan mobilitas tak berubah menjadi persoalan di jalan.
Jakarta (ANTARA) – Tradisi pulang kampung saat Lebaran kembali menjadi sorotan besar tahun ini. Bagi banyak keluarga, momen ini bukan sekadar perjalanan, melainkan ruang untuk kembali menyambung silaturahmi di kampung halaman. Karena itu, keamanan dan keselamatan masyarakat menjadi prioritas utama dalam pengawalan mudik dan balik Lebaran 2024.
Operasi Ketupat disiapkan lebih awal
Pengalaman mengawal arus mudik dan balik pada 2023 menjadi modal penting bagi Polri dalam menyusun strategi tahun ini. Kesiapan dimulai lewat rapat koordinasi lintas sektor antara Korlantas Polri dan kementerian terkait pada 5 Maret 2024, lalu dilanjutkan dengan tactical floor game untuk memetakan langkah pengelolaan lalu lintas di daerah tujuan mudik.
Rapat koordinasi kesiapan Operasi Ketupat 2024 juga dipimpin langsung oleh Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo bersama Menko PMK Muhadjir Effendy. Sejumlah pejabat lain turut hadir, di antaranya Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi, Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan, Wakil Menteri Agama Saiful Rahmat Dasuki, hingga perwakilan dari Pertamina, BMKG, Bapanas, Basarnas, BNPB, dan instansi lain.
Kapolri menegaskan Operasi Ketupat menjadi program pelayanan bagi masyarakat yang mudik dan balik Lebaran selama 13 hari, mulai 4 April hingga 16 April 2024, dengan tahapan awal kegiatan rutin yang ditingkatkan (KRYD).
Ratusan ribu personel dan ribuan pos disiapkan
Operasi Ketupat 2024 melibatkan 155.165 personel. Dari jumlah itu, 76.192 personel Polri diperkuat 67.955 personel TNI, ditambah unsur lain dari dinas perhubungan, tenaga kesehatan, dan para sukarelawan. Mereka akan ditempatkan di ribuan titik yang dinilai rawan padat maupun rawan gangguan.
Pemerintah juga menyiapkan 5.784 pos pelayanan, pos pengamanan, dan pos terpadu, yang terdiri atas 3.772 posyan, 1.532 pospam, dan 480 pos terpadu. Seluruh personel tersebut akan disebar untuk mengamankan 68.611 lokasi di Indonesia, mulai dari terminal, pelabuhan, bandara, stasiun kereta api, pasar atau pusat perbelanjaan, hingga objek wisata.
Untuk memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana, apel gelar pasukan dijadwalkan digelar H-1 sebelum operasi dimulai. Di lapangan, Korlantas Polri menjadi sektor terdepan dalam pengawalan arus lalu lintas selama periode mudik dan balik.
Rekayasa lalu lintas disiapkan berlapis
Seiring meningkatnya arus kendaraan di jalan tol, khususnya angkutan barang, pemerintah dan Polri menyiapkan sejumlah skema rekayasa lalu lintas. Berdasarkan Surat Keputusan Bersama antara Korlantas Polri, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian PUPR yang disaksikan Jasa Marga, pembatasan operasional kendaraan sumbu tiga ke atas diberlakukan di ruas tol dan nontol.
Untuk jalan tol, pembatasan berlangsung mulai 5 April pukul 09.00 WIB sampai 16 April pukul 08.00 WIB. Sementara pada ruas nontol, pembatasan berlaku 5 April pukul 09.00 WIB hingga 16 April pukul 09.00 WIB. Kendati demikian, pembatasan itu tidak berlaku bagi kendaraan pengangkut bahan pangan, BBM, dan logistik penting lainnya.
Selain pembatasan angkutan barang, Polri juga menyiapkan contraflow, one way, dan ganjil-genap sebagai langkah pengurai kepadatan. Skema one way pada arus mudik berlaku pada 5 April pukul 14.00 WIB hingga 7 April pukul 24.00 WIB, lalu berlanjut pada 8 April pukul 08.00 WIB sampai 24.00 WIB, dan 9 April sampai pukul 24.00 WIB di ruas KM 72 Tol Cipali hingga KM 414 Tol Semarang-Batang. Pada arus balik, one way diberlakukan 12 April pukul 14.00 WIB sampai 16 April pukul 08.00 WIB, serta pada 13 April pukul 08.00 WIB hingga 24.00 WIB dan 14 April pukul 14.00 WIB sampai 16 April pukul 08.00 WIB dengan arah sebaliknya.
Skema contraflow juga disiapkan pada arus mudik mulai 5 April pukul 14.00 WIB sampai 11 April pukul 24.00 WIB dari KM 36 Tol Jakarta-Cikampek hingga KM 72 Tol Cipali. Untuk arus balik, contraflow berlaku 12 April pukul 14.00 WIB sampai 16 April pukul 08.00 WIB dari KM 72 Tol Cipali menuju KM 36 Tol Jakarta-Cikampek.
Adapun ganjil-genap ditempatkan sebagai opsi terakhir bila volume lalu lintas masih tinggi. Skema ini berlaku di sejumlah ruas tol dari 5 April hingga 16 April 2024, baik saat mudik maupun balik, menyesuaikan kondisi di lapangan.
Di jalur penyeberangan, Polri juga menyiapkan pengaturan khusus agar tidak terjadi penumpukan kendaraan dan keterlambatan kapal. Mekanisme delaying system dan buffer zone akan diberlakukan di Pelabuhan Merak, Bakauheni, Ciwandan, Indah Kiat, Bojonegara, dan BBJ Muara Pilu.
Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.












