Analis Memberikan Tanggapan atas Ucapan Selamat AS kepada Prabowo Subianto: Mereka Mengenal Prabowo dengan Baik

Ucapan selamat dari Presiden Amerika Serikat Joe Biden kepada Prabowo Subianto bukan sekadar formalitas diplomatik. Bagi analis CSIS Greg Poling, pesan itu menunjukkan satu hal penting: Washington sudah cukup mengenal Prabowo dan melihat Indonesia sebagai mitra strategis yang tak bisa diabaikan di Asia Tenggara.

AS Dinilai Sudah Paham Sosok Prabowo

Greg menilai langkah Gedung Putih itu mencerminkan hubungan yang sudah terbangun lama. Menurut dia, Prabowo bukan figur asing bagi pemerintah Amerika Serikat. Ia mengingat bahwa Prabowo beberapa kali berkunjung ke Washington, termasuk saat datang ke Pentagon pada 2019.

“Gedung Putih kenal baik Prabowo. Ia beberapa kali datang ke Washington, sejak kunjungan ke Pentagon pada 2019,” kata Greg, dikutip dari siaran VOA yang ditayangkan di Kompas TV pada Jumat (15/3).

Ia juga membaca pesan Biden sebagai sinyal prioritas kebijakan luar negeri AS di kawasan. Dalam pandangannya, Indonesia ditempatkan sejajar dengan Vietnam dan Filipina sebagai mitra utama Amerika Serikat di Asia Tenggara.

Surat Biden Soroti Kemitraan dan Stabilitas Indo-Pasifik

Ucapan selamat itu tidak hanya disampaikan lewat pernyataan singkat. Biden turut mengirim surat kepada Prabowo melalui Duta Besar Amerika Serikat untuk ASEAN, Yohannes Abraham, pada Kamis (14/3). Dalam surat bertanggal 12 Maret 2024 itu, Biden menekankan pentingnya kerja sama yang telah berjalan, terutama saat Prabowo menjabat Menteri Pertahanan RI.

“Kemitraan dengan Anda sebagai Menteri Pertahanan Indonesia sangatlah penting dalam upaya ini. Saya berharap dapat memperkuat hubungan negara kita lebih jauh lagi seiring kita terus menerapkan Comprehensive Strategic Partnership (Kemitraan Strategis Komprehensif) dan menjajaki bidang kerja sama baru,” tulis Biden.

Biden juga menyinggung hubungan Indonesia dan AS yang disebutnya semakin erat selama 75 tahun terakhir. Ia menilai kedua negara telah berperan menjaga stabilitas internasional, termasuk dalam membangun kawasan Indo-Pasifik yang bebas, terbuka, sejahtera, dan aman.

Prabowo-Gibran Masih Unggul dalam Perhitungan Suara

Di dalam negeri, Prabowo Subianto bersama Gibran Rakabuming Raka masih tercatat sebagai pasangan dengan perolehan suara tertinggi, baik dalam real count KPU maupun quick count sejumlah lembaga survei. CSIS, yang juga disebut Greg Poling, menuntaskan hitung cepat pada Jumat (16/2) dengan hasil 58,22 persen untuk Prabowo-Gibran.

Angka itu berdekatan dengan hasil quick count Indikator Politik Indonesia yang menunjukkan 58,18 persen. Sementara versi KawalPemilu mencatat pasangan nomor urut 2 itu meraih 58,84 persen suara.

Rekapitulasi nasional KPU juga terus berjalan. Hingga saat ini, penghitungan sudah selesai di 29 provinsi, dan dari jumlah tersebut Prabowo-Gibran unggul di 27 provinsi. Proses rekap dijadwalkan berlanjut hingga 20 Maret 2024.

Artikel ini disusun ulang berdasarkan informasi dari sumber yang telah dipublikasikan sebelumnya.